Tag Archive | zaytun

Kartosoewirjo versi Tempo

Hari ini, 16 Agustus 2010, Majalah TEMPO memuat tulisan panjang tentang Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SMK). Cover depan majalah pun memuat ilustrasi grafis wajah Proklamator Negara Islam Indonesia itu.  Dalam laporan khusus ini, saya memang sempat urun info, secara terpisah dengan beberapa narasumber lain, seperti: Sardjono Kartosoewiryo dan Solahudin–peneliti Darul Islam, yang juga senior saya di […]

Kunpaksakeun, Bukan Kunfayakun

Ini sebuah kenangan tentang dinamika anak-anak pergerakan Madinah Indonesia–sebutan lain bagi pergerakan NII. Agar tak bias dan menggeneralisir ke NII faksi lain, cerita ini bergulir di kalangan NII faksi Zaytun. “Kun-paksakeun” adalah sebuah istilah yang lahir sebagai sebuah improvisasi spontan di sebagian kalangan aktivis pergerakan kelompok ini pada era dekade 1990-an. Di sel (baca: network/ […]

Rompi Sakti (cerbata #1)

Ini kisah beberapa sahabat yang pada kurun waktu periode 2000-2005 bertugas sebagai anggota korps rompi ijo (redaksi Majalah Al-Zaytun), terbitan Ma’had Al-Zaytun (MAZ). Sebagai informasi, tiras majalah (bulanan) itu per edisi cukup besar, yakni pernah 30.000 per edisi. Karena budaya baju berseragam yang ada di MAZ, kru redaksi pun dibekali seragam berupa sebuah rompi hijau […]

Caleg “N-Sebelas” Gagal Melenggang ke Senayan

Kemarin pagi, saya mendapat informasi bahwa pada Sabtu, 11 April 2009, akhirnya Syaykh Al-Zaytun, YAB. Abdus Salam Rasyidi (Panji Gumilang) mengumpulkan para ‘pejabat’ NII (Negara Islam Indonesia) level wilayah (Gubernuran) bawahannya di Ma’had Al-Zaytun (MAZ) Indramayu. Mereka dikumpulkan setelah Partai RepublikaN dipastikan tidak mampu menembus batas ambang electoral threshold sebesar 2,5%. Itu artinya, kelima caleg […]

Mengapa Seorang Hilmi Mubasyir Menjadi “Rasul” al-Qiyadah al-Islamiyah?

Saat ini media massa sedang asyik membahas fenomena al-Qiyadah al-Islamiyah, yang dituding sesat karena pimpinannya mengaku sebagai Rasul. Berita semacam ini sebenarnya biasa-biasa saja, tapi yang membuat saya terkejut yakni ketika mengetahui bahwa “Rasul” yang dimaksud adalah seorang yang dulu dikenal sebagai “Hilmi Mubasyir”. Nama itu sebenarnya nama samaran yang bersangkutan sebagai orang pergerakan bawah […]