Tag Archive | darul islam

Mas Parimin Mencabut Pakubumi

Ini tentang seorang sahabat yang kini telah tiada. Mendahuluiku dan kami para sahabatnya. Ia seorang “pejuang” penuh sahaja. Mungkin, ia bukan seorang patriot. Tapi ia adalah peluru yang siap melesat ke mana saja. Namanya tak kan pernah ku lupa: Parimin. Semangat Parimin mewakili sosok orang desa yang enggan hidup manja. Meski ia lancar baca dan […]

Koleksi Buku Darul Islam

Bulat sudah tekad saya untuk mengumpulkan berbagai literatur tentang Darul Islam. Meski sebenarnya, merupakan bagian dari upaya sambilan membangun perpustakaan mini, tapi berburu buku-buku Darul Islam kini menjadi salah satu prioritas. Tak hanya tentang DI tentunya, tapi juga tentang Syarikat Islam atau Sarekat Islam (SI), organisasi yang menjadi wadah awal kiprah Kartosoewirjo. Karena itu, dalam […]

Kartosoewirjo versi Tempo

Hari ini, 16 Agustus 2010, Majalah TEMPO memuat tulisan panjang tentang Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SMK). Cover depan majalah pun memuat ilustrasi grafis wajah Proklamator Negara Islam Indonesia itu.  Dalam laporan khusus ini, saya memang sempat urun info, secara terpisah dengan beberapa narasumber lain, seperti: Sardjono Kartosoewiryo dan Solahudin–peneliti Darul Islam, yang juga senior saya di […]

Neraka (cerbata #2)

Sembilan November lalu, dunia memperingati keruntuhan Tembok Berlin. Kenangan tentang masa-masa kejayaan komunisme di Eropa Timur pun kembali disebut-sebut. Salah satunya tentang anekdot-anekdot yang hidup di masa itu. Kompas menuliskannya di sini: Anekdot Era Komunis Tetap Hidup. Di antara anekdot yang dirilis kembali oleh Kompas, ada satu yang membuat saya tergelitik. Ini kutipannya: ”Mana yang […]

Islam Komunis? Ada-ada saja….

Ini cerita nyata, tentang seseorang bernama Lukman (nama alias, tentunya). Ini berkaitan dengan konteks ini hari tanggal 1 Oktober, yang 34 tahun silam, menjadi awal babak kelam komunisme di negeri ini. Segera setelah peristiwa 30 September, komunisme menjadi kambing hitam. Orang-orang komunis disikat. Ada yang dibunuh, dipenjara tanpa sidang, diusir, dianiaya. Sebagian lagi lari ke […]