pluralisme

Islam Komunis? Ada-ada saja….

Ini cerita nyata, tentang seseorang bernama Lukman (nama alias, tentunya). Ini berkaitan dengan konteks ini hari tanggal 1 Oktober, yang 34 tahun silam, menjadi awal babak kelam komunisme di negeri ini. Segera setelah peristiwa 30 September, komunisme menjadi kambing hitam. Orang-orang komunis disikat. Ada yang dibunuh, dipenjara tanpa sidang, diusir, dianiaya. Sebagian lagi lari ke […]

“Rahasia” Meditasi

Beberapa tahun lalu, sekitar 2004, saya pernah menerbitkan sebuah majalah yang kemudian diberi nama BELADIRI. Sayang, majalah itu sekarang mati suri. Yah, selain sudah tak terlalu punya daya jual, peminat yang semakin berkurang, komunikasi saya dengan para penggiat beladiri sudah hampir tiga tahun terputus. Aha, ternyata arsip lama naskah-naskah tulisan yang pernah saya tulis di […]

“Lahir untuk Nge-Rock, Mabok, Nge-Fuck” Tapi Tetap Shalat

Ini sebuah peristiwa yang sudah agak lama.  Tidak terlalu istimewa, memang, tapi cukup unik di mata saya.  Unik, begitu seorang pemuda shalat di Masjid Agung Bandung, sementara ia mengenakan sebuah kaos dengan desain tulisan yang sangat kontras dengan aktivitas ritual shalat, yang sedang ia jalankan. Di kaos hitam yang ia pakai itu tertulis: “Born To […]

Ketika Panggung Bisnis Semakin Saleh (Bag. 1)

Ini adalah satu dari beberapa tulisan saya untuk Majalah Warta Ekonomi Paradigma bisnis yang menihilkan etika dan spiritualitas kian ditinggal banyak orang. Nilai-nilai agama tak lagi dipertentangkan dengan bisinis. Bahkan, spiritualitas menjadi corporate culture sebagai “modal” memajukan perusahaan. “Ini bisnis, Coy. Jadi, loe mesti berhitung untung dan ruginya. Jika perlu, loe mesti tempuh segala cara […]

Three Cups of Tea: Sebuah Kisah Inspiratif dari Greg Mortenson

Persahabatan Mortenson dan Haji Ali, tetua Desa Korphe, menunjukkan betapa kerjasama antara dua budaya dan agama berbeda bukanlah suatu yang mustahil sebagaimana difatwakan oleh Samuel Huntington maupun sebagian ulama Islam, dua kubu yang sama-sama berpikiran sempit serta penuh curiga.”

Gusti Allah Tidak “nDeso”

Artikel yang ditulis oleh Emha Ainun Najib ini sungguh menarik. “Allah Tidak Ndeso,” katanya. Begitu menariknya, saya pun tergerak untuk mem-postingnya untuk Anda. Semoga bermanfaat.

Ketika Kuteringat Seorang Pendeta Bernama: Andreas Tendean

Sungguh, aku bersyukur kepada Ilahi yang telah memberikan ruang dan kesempatan untuk melakukan rihlah ke berbagai tempat; berjumpa dan berdialog dengan manusia dengan beragam keyakinan. Ini memang memori lama. Tapi, masih sangat relevan untuk mengingatnya kembali.Semoga ada ibrah (pelajaran) positif yang bisa dipetik dari kenangan ini (sekitar tahun 2003/2004). Ini masih tentang toleransi (tasammuh); masih […]