1 Komentar

Kartosoewirjo versi Tempo

Hari ini, 16 Agustus 2010, Majalah TEMPO memuat tulisan panjang tentang Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SMK). Cover depan majalah pun memuat ilustrasi grafis wajah Proklamator Negara Islam Indonesia itu.  Dalam laporan khusus ini, saya memang sempat urun info, secara terpisah dengan beberapa narasumber lain, seperti: Sardjono Kartosoewiryo dan Solahudin–peneliti Darul Islam, yang juga senior saya di Majalah Panji Masyarakat pada pertengahan dekade 1990-an silam.

Kontribusi saya tak banyak dalam laporan panjang TEMPO ini. Dari awal, ketika pertama kali saya dihubungi Idrus F Shahab (redaktur senior Tempo yang juga pernah menjadi senior saya di Majalah Panji Masyarakat), pihak TEMPO telah memberi informasi bahwa angle laporan mereka adalah tentang sosok Kartosoewirjo. Tentu saja, sedapat mungkin dilengkapi dengan berbagai single out tentang kiprah sang Imam NII itu. Sebagai orang yang pernah bergabung bersama gerakan NII selama 15 tahun(khususnya NII faksi Al-Zaytun atau lebih dikenal sebagai NII KW-9), saya jelas tak mengenal langsung sosok Kartosoewiryo. Bertemu dengan anak-anak beliau pun tak pernah. Karena itu, saya merasa tak berhak bercerita tentang sejarah perjuangan SMK, berikut lika-liku serta dinamika yang menyertainya. “Yang saya tahu, ya yang saya alami,” kata saya kepada tim penulis TEMPO.

Dalam diskusi dengan Tempo, yang dalam laporan itu digambarkan diselingi dengan canda, saya mencoba untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan menyesatkan yang terlanjur berkembang di masyarakat tentang sepak terjang para aktivis NII faksi Al-Zaytun, seperti pembolehan melakukan penipuan demi mencapai target hingga pembolehan tak melakukan shalat.  Yang benar, terjadi distorsi penafsiran di kalangan kader level bawah atas diktum operasional harian, yang berorientasi pada pencapaian target (baca: Kun Paksakeun) sehingga terjadi aktivitas pelalaian shalat dan bermuara pada praktik-praktik menyimpang seperti penipuan. Fatalnya, para pemimpin gerakan terkesan tak menghukum kader-kader yang tidak shalat. Bahkan, mereka pun ikut memberi contoh tak menunaikan shalat.

Memang, beberapa kawan dekat, yang juga veteran NII, sempat komplain dengan sebuah narasi di Tempo (terkutip di bawah ini), yang mengutip informasi dari saya. Saya juga sempat bertanya-tanya jika kemudian dalam artikel Tempo pada artikel berjudul “Pasang Surut Pesantren Darul Islam” tertulis seperti ini:

Menurut Sofwan, NII KW-9 Abu Toto bertentangan dengan ajaran Islam. Mereka, misalnya, menggelar pengajian tertutup serta tidak mewajibkan jemaahnya melakukan salat lima waktu dan menutup aurat. Jemaah juga diwajibkan menyetor uang kepada kelompok sebagai biaya hijrah dari situasi kafir menjadi Islam.

Menanggapi itu, narasi TEMPO tersebut di atas sepertinya merupakan sebuah kesimpulan dari cerita panjang saya. Ah, sudahlah.  Yang jelas, saya sudah mencoba bercerita apa adanya. Bukan semata-mata untuk menjadi dikenal orang, melainkan demi pelurusan informasi semata.  Toh, faktanya, ketika masih aktif di sel atau ring bawah tanah, saya dan kawan-kawan sesama kader memang menjadi sering melalaikan shalat. Istri saya pun tak diharuskan berjilbab. Selain itu, hampir setiap hari, saya dan kawan-kawan sesama kader berlomba menyetor uang yang dikumpulkan dari para jamaah/ ahlul bait dan para calon jamaah berupa uang biaya “hijrah”. Jadi, saya fikir narasi yang dituliskan TEMPO adalah fakta. Benar adanya. Bukan ilusi. Soal kalimat “menurut Sofwan, NII KW-9 Abu Toto bertentangan dengan ajaran Islam“, saya pikir itu adalah kesimpulan yang diambil redaksi TEMPO atas cerita saya.  Secara verbal, saya ndak bicara seperti itu. Sebagai orang yang pernah berkecimpung di dunia pers, saya pikir itu wajar dan sah belaka.

Nah, untuk mempermudah pengarsipan artikel-artikel di Majalah TEMPO edisi 16 Agustus itu, berikut ini tautan-tautannya. Siapa tahu Anda berminat membacanya.

Iklan

One comment on “Kartosoewirjo versi Tempo

  1. eeehm….tulisan ringan tp penuh dimengerti dan mudah dipahami,lanjutin kawan mudah2an ente jd penulis terkenal yg bener2 gw kenal dr awal (akhiran L),jgn lupa tulis sisi lain dr kehidupan sehari2…semoga sukses selalu buat loe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: