Tinggalkan komentar

Rompi Sakti (cerbata #1)

rompi sakti

korps "rompi sakti"

Ini kisah beberapa sahabat yang pada kurun waktu periode 2000-2005 bertugas sebagai anggota korps rompi ijo (redaksi Majalah Al-Zaytun), terbitan Ma’had Al-Zaytun (MAZ). Sebagai informasi, tiras majalah (bulanan) itu per edisi cukup besar, yakni pernah 30.000 per edisi.

Karena budaya baju berseragam yang ada di MAZ, kru redaksi pun dibekali seragam berupa sebuah rompi hijau bagi masing-masing staf, mulai dari Pemred sampai staf reporter.

Para kru ini hampir setiap hari bertugas mencatat berbagai peristiwa yang terjadi di dalam kompleks MAZ, atau yang berhubungan dengan MAZ, mulai dari kedatangan para tamu hingga sapi melahirkan. Tugas mereka tak ubahnya tugas wartawan. Lantaran itu, di kampus MAZ mereka juga berjuluk “wartawan”.

Ketika tim redaksi ini baru terbentuk, tak sedikit para petinggi MAZ yang melihat mereka sebelah mata. Yah, sebagian dari mereka memang masuk kelompok nobody. Karena itu, mereka juga cukup sering diperlakukan sebagai nobody.

Beruntung mereka memiliki “rompi sakti” yang membuat mereka bisa ‘tak terlihat’. Kesaktian rompi sakti berwarna hijau itu diketahui secara tak sengaja.  Dalam setiap acara jamuan makan dengan para tetamu MAZ, khususnya yang disambut secara khusus oleh Syaykh Panji Gumilang, korps rompi hijau ini memang punya SOP (standar prosedur operasional) untuk ikut merekam jalannya jamuan makan, yang biasanya digelar di sebuah hotel di dalam kampus.  Ruang makan di restoran hotel itu dipenuhi meja-meja bundar, yang biasanya bisa digunakan oleh empat orang.

Di sebuah meja bundar, dua korps rompi hijau duduk semeja dengan dua orang tamu. Di meja bundar lainnya, dua korps rompi hijau duduk dengan dua orang ‘pegawai’ bereselon bersetelan jas plus dasi.

Usai makan, biasanya pelayan restoran berkeliling mendistribusikan minuman juice penyegar tenggorokan. Dua peristiwa seragam terjadi pada dua meja bundar tadi.

Seorang pelayan yang sedang memegang nampan berisikan empat gelas juice melon dan juice jeruk menghampiri meja bundar pertama. Ia pun meletakkan dua gelas juice untuk kedua tamu yang dikawani dua sahabat berompi hijau. Tak ada gelas juice untuk dua perompi hijau di meja bundar pertama.

Di meja bundar kedua, seorang pelayan yang juga memegang nampan berisikan empat gelas juice juga hanya meletakkan dua gelas juice untuk kedua pegawai bereselon dan berjas tadi. Tak ada gelas juice untuk dua perompi hijau di meja bundar kedua.

Peristiwa semacam itu tak sekali, melainkan berulang kali. Para sahabat rompi hijau merasa aneh. Ada apa ini? Sungguh, sejatinya mereka paham benar apa yang sedang terjadi. Tapi, tetap ada ‘misteri’ di balik itu.

Akhirnya, seseorang di antara mereka yang berbincang kepada saya mencoba mengamat-amati rompi-rompi hijau di yang tergantung di loker redaksi.

“Aha, ternyata aku baru sadar. Rompi-rompi kita ini rompi sakti. Bisa membuat kita tak terlihat,” kata seorang staf redaksi di meja bundar pertama tadi.

“Ya, ini rompi sakti,” kata staf redaksi di meja bundar kedua.

Cerita rompi sakti itu pun segera menjadi anekdot, yang hingga kini terngiang-ngiang di alam memori mereka.

Wahai para sahabat, masih ingatkah kalian dengan misteri rompi sakti itu?

sebelum kau bosan, sebelum aku menjemukan

tolonglah ucapkan, dan tolong engkau ceritakan

semua yang indah, semua yang cantik

berjanjilah…

(ada kisah cerbata menarik dengan setting latar sejarah serupa, kirim ke: sofwan.kalipaksi@yahoo.com. Kisah yang otentik dan orisinal akan saya tampilkan di page cerbata ini)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: