2 Komentar

Peminat Jabatan Menteri Mulai Kasak Kusuk

Seperti periode lima tahun sebelumnya, menjelang pilpres banyak orang merapat ke sana dan kemari.  Yah, seperti lagu potong bebek angsa: sorong ke sana, sorong ke sini. Tapi ya itu, menyorong-nyorongkan diri sendiri. Tujuannya apalagi, jika bukan mengincar jabatan publik: menteri, kepala badan, bahkan hingga jabatan direktur jenderal.

Lima tahun lalu, saya ingat betul, ketika seorang doktor lulusan Jepang (maaf, nama harus dirahasiakan) punya hasrat ingin menjadi menteri. Yah, pokoknya menteri di bidang perekonomian. Ia pun merapat sebagai tim sukses Wiranto-Shalahudin Wahid. Si doktor cukup lincah. Gerilya ia lakukan untuk membawa gerbong-gerbong kelompok massa ke hadapan Wiranto. Tujuannya, apalagi jika bukan cari muka. Istilah Wong Solo: pendolopan.

Ternyata Wiranto kalah. Ia yang terang-terangan minta didukung jadi menteri pun meloncat. Hep…hep. Dan, ia pun merapat ke kubu Jusuf Kalla–pasangan SBY ketika itu.

Lima tahun lalu, siapapun mafhum, meski maju sebagai pasangan, baik JK maupun SBY sama-sama punya tim sukses. Karena ia kepingin jadi menteri di bidang ekonomi, ya, manuver yang paling tepat ya merapat ke JK. Tapi, tuan doktor itu akhirnya kecewa. Jangankan jadi menteri, menjadi dirjen pun tidak. Memang, ia tetap memiliki jabatan di sebuah lembaga berbentuk Komisi (bukan di DPR).

Yang jelas, kasak-kusuk juga dilakukan para pejabat eselon 1, terutama di departemen atau kementerian teknis. Departemen Pekerjaan Umum, misalnya, yang memang memiliki rekor hampir selalu dipimpin oleh Menteri yang datang dari kalangan dalam.  Sebagai rakyat awam, kasak-kusuk mereka memang tak terendus publik.

Oke, selamat berkasak-kusuk Bapak-Bapak. Semoga tidak menuai kecewa.

repost@ politikana.com

Iklan

2 comments on “Peminat Jabatan Menteri Mulai Kasak Kusuk

  1. ya kagak masalah..
    yang penting, kalau pun orang seperti itu jadi kebijakannya cuma cari untung merugikan rakyat, tembak mati aja, gampangkan

  2. Menurut saya manusia yang masih punya ambisi dan bercita-cita itu bagus. Hari hari dalam hidupnya akan penuh dinamika dan pikiran dan tenaganya akan terus dipakai untuk merintis, membuat, mengaspal jalan menuju impian dan harapannya. Malah saya gak respek sama orang yang cuma “nrimo” dan pasrah kepada nasib! Seorang prajurit yang bernalar sehat pasti ingin jadi Jenderal. Dan PNS Gol.I pun pasti ingin pensiun di Golongan IVE. Seorang staff biasa di PT Swasta pun pasti suatu hari ingin menjadi PresDir, baik di tempatnya maupun di PT lain!. Jadi gak ada yang salah kalau ada orang yang pengen jadi Menteri, ya nggak Boss….????

    ***************
    kalipaksi: sepakat, eh….seribupakat 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: