Tinggalkan komentar

Mimpi tentang Tiar dan Dharma di Republik Mimpi

Ini sebuah parodi tentang Bang Paksi yang bercerita tentang mimpinya. Mimpi  tentang tiga orang politisi di Republik Mimpi: Soes, Tiar dan Dharma.

Dalam mimpi :

Tiar tampak sedang asyik menikmati suasana Bayur, sebuah desa di pinggiran Danau Maninjau. Meski, seorang petinggi partai berlambang kubus, Tiar sepertinya tak mau larut dengan hiruk pikuk suasana politik yang sedang heboh dengan isu koalisi pascapilihan raya (baca: pemilu). Ia tampak asyik mengurusi sekolah modern yang ia bangun di kawasan danau nan sejuk itu.

Sementara itu, di alun-alun ibukota, sahabat Tiar sesama di partai sedang asyik merapat ke beberapa kolega politisi. Konon, kata banyak orang, sahabat Tiar bernarma Dharma itu sedang bermain ‘mahyong politik’. Siapa tahu bisa jadi Wakil Presiden Republik Mimpi. Ia sedang membangun sebuah poros koalisi segitiga emas.  Padahal, Tiar yang tergolong lebih senior juga sudah lama ngebet ingin menjadi orang nomor dua di Republik Mimpi. Tiar dan Dharma, sama-sama memiliki jabatan sebagai Pembantu Presiden (Menteri) Cak Soes.

Dalam mimpi itu, para politisi partai kubus tahu benar, bahwa Tiar memasang impian untuk mendampingi Cak Soes, Presiden Republik Mimpi incumbent, yang partainya memenangi pilihan raya. Sejak awal, Tiar sudah memprediksi Cak Soes akan tampil kembali menjadi presiden untuk kedua kalinya. Tiar pun merapat serapat-serapatnya ke kubu Cak Soes sejak awal Kabinet Cak Soes dibentuk.  Bisa juga dibilang, Tiar merupakan jaminan sekaligus wakil Partai Kubus dalam sebuah koalisi pelangi yang menjalankan pemerintahan lima tahun terakhir ini.

Pada pilihan raya tahun ini, prediksi Tiar tepat. Partai Cak Soes menang. Meski malu-malu, Tiar pun berharap impiannya menjadi Wakil Presiden Republik Mimpi bisa terwujud. Sayang, perolehan suara Partai Kubus jeblok. Dan, yang memuat Tiar sebal, Dharma justru tak merapat ke kubu Cak Soes. Semakin jauh saja impian Tiar untuk menjadi RM-2.

Ketika sedang asyik menikmati suasana Danau Maninjau itulah kemudian sebuah dering telpon berbunyi. Ternyata, dering di telpon genggam Tiar itu datang dari Cak Soes. Intinya, Cak Soes bertanya kepada Tiar mengapa Dharma justru tak merapat ke kubu Cak Soes?

“Coba tolong bujuk Dharma,” pinta Cak Soes kepada Tiar.

Sayang, malaikat mimpi tak bekenan memberi tahu Bang Paksi tentang bagaimana cara Tiar berbicara kepada Dharma. Yang saya tahu, tiba-tiba mimpi meloncat ke sebuah adegan yang terduga. Dharma berseteru dengan Tiar.

***

Ah, kok tentang mimpi Bak Paksi itu setipe ya dengan kisruh sebuah partai politik berlambang Ka’bah yang melibatkan BachTIAR Chamjsah dan Surya DHARMA Ali, yang keduanya merupakan menteri di kabinet yang dipimpin Pak SOESilo BY. Entahlah!!! Namanya, juga parodi. Mimpi pula. Jika benar adanya, benarkah dering telpon Cak Soes itu yang menginspirasi Tiar  untuk memutuskan berseteru dengan Dharma dalam drama politik di Republik Mimpi?

Sudahlah, ndak perlu terlalu diambil pusing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: