5 Komentar

Yang Spesial dari Sistem Kepegawaian PDAM Bandarmasih

Kantor Pusat PDAM di Banjarmasin (foto by: sofwan @ multiply)

Kantor Pusat PDAM di Banjarmasin (foto by: sofwan @ multiply)

Lima belas bulan lalu, pada sebuah pagi di sekitar akhir tahun 2007,  saya  sempat berbincang-bincang dengan Walikota Banjarmasin Yudhi Wahyuni di lobi Hotel Century di Jakarta, tempat ia menginap. Ketika itu, Yudhi datang ke Jakarta untuk menghadiri malam anugerah PU Award atas keberhasilan Kota Banjarmasin melakukan pengelolaan air limbah berkat kinerja Perusahaan Daerah Air Limbah (PDAL) Kota Banjarmasin.

Dalam perbincangan itu, Yudhi kemudian memancangkan sebuah tekad, “tahun depan, pengelolaan air minum di kota kami harus menang.” Tekad itu ternyata terwujud. Akhir tahun 2008, Kota Banjarmasin kembali menerima PU Award, tapi kali ini untuk kategori yang berbeda, yakni bidang pengelolaan air minum terbaik untuk kategori Kota Besar, sebagai award bagi PDAM Bandarmasih, pada khususnya.

PDAM Bandarmasih memang tergolong fenomena. Dari terlilit hutang, dalam beberapa tahun PDAM ini kemudian mampu menjadi PDAM dengan kondisi keuangan sehat. Bahkan, yang mengesankan, cakupan layanan perusahaan ini mencapai 95 persen. Itu artinya jauh melampaui target MDGs yang 82% pada tahun 2015 mendatang. Perusahaan air minum milik Pemkot Banjarmasin ini, bahkan mampu menghibahkan beberapa unit water treatment yang dimilikinya untuk tiga PDAM di sekitar Banjarmasin. Hal ini tidak terlepas dari pembangunan unit-unit instalasi pengolahan baru serta regenerasi aset produksi.

Bahkan, secara periodik, perusahaan ini mampu melakukan penyesuaian tarif sebesar 10% tanpa gejolak. “Penyediaan air minum di kota kami sangat bergantung pada PDAM. Air di Banjarmasin kan payau. Prinsip perusahaan, jika pelayanan memuaskan, pasti pelanggan tidak keberatan dengan kenaikan tarif. Toh, demi peningkatan pelayanan,” kata Dirut PDAM Bandarmasih, Zainal Arifin, sewaktu saya berkesempatan menginterview dia.

ruang pompa di IPA Pramuka, Banjarmasin (foto by: sofwan @ multiply)

ruang pompa di IPA Pramuka, Banjarmasin (foto by: sofwan @ multiply)

Kefenomenalan kinerja PDAM ini tentu mengundang banyak tanya: apa kunci sukses PDAM ini? “Reformasi internal dan komitmen untuk melayani publik,” tegas Zainal Arifin. Memang, terlalu panjang untuk menjabarkan rangkaian dan proses reformasi internal yang berlangsung di PDAM ini. Namun, salah satu yang menarik dari proses reformasi itu adalah reformasi kepegawaian.

Ini sebuah detail cerita, yang bisa menjadi ilustrasi tentang bagaimana reformasi kepegawaian di PDAM ini berlangsung. Ya, sebuah detail tentang kebijakan pemasangan name tag, yang terpampang di dada kanan baju dinas pegawai PDAM Bandarmasih. “Dulu, waktu kondisi perusahaan masih karut marut, pegawai malu memakai baju dinas. Takut dikomplain warga di lapangan,” kenang Rahmatullah, mantan orang lapangan yang kini diberi kepercayaan sebagai Direktur Umum PDAM Bandarmasih. Bahkan, tak sedikit yang melapisi baju dinas itu dengan jaket agar tak terlihat mengenakan seragam dinas PDAM. Berkaca dari fakta itu, Zainal Arifin, sang Dirut pun memberi teladan. Setiap hari, ia mengenakan baju dinas seperti kebanyakan pegawai lapangan. “Saya ingin memberi kesan, banggalah menjadi karyawan PDAM. Kebanggaan itu bisa menjadi awal untuk menumbuhkan komitmen,” tegas Zainal Arifin.

Pria yang tak lama lagi akan memasuki masa pensiun ini juga mengembangkan budaya baru dalam sistem jenjang karir di perusahaan yang dipimpinnya. “Sejak itu, tidak ada lagi pejabat perusahaan yang di-drop dari luar perusahaan atau titipan pejabat,” tegas Rahmatullah.

“Ukurannya kompetensi, jika lolos uji kompetensi, bisa jadi manajer atau bahkan direksi. Jika tidak, ya tidak,” lanjut Rahmat.

Sebagai catatan, uji kompetensi itu dilakukan oleh sebuah lembaga independen dari Jakarta, jadi jalur kongkalikong sama sekali ditutup rapat-rapat. Rupanya, pembenahan ini menumbuhkan kompetisi yang sehat di kalangan pegawai. Kompetisi sehat itu berbuah peningkatan kinerja setiap pegawai perusahaan. Tahun lalu, sebuah lompatan besar di sektor manajemen kepegawaian kembali dilakukan. “Yah, semacam penyegaran,” ungkap Rahmatullah.

Melalui sebuah Peraturan Walikota Banjarmasin, susunan organisasi dan tata kerja PDAM Bandarmasih direformasi. Dalam struktur yang baru itu, jabatan Kepala Bidang berganti istilah menjadi Manajer, sedangkan jabatan Kepala Seksi berganti menjadi Supervisor. Namun, yang sangat reformatif, untuk mengisi pos-pos jabatan itu semua PDAM membuka peluang kepada semua pegawainya untuk mengikuti uji kompetensi.

“Sepanjang syarat-syarat administratif seperti sertifikasi kompetensi dipenuhi,” kata Rahmatullah. Hasil uji kompetensi itu, sungguh mencengangkan: ada Kepala Bidang yang turun menjadi supervisor (kepala seksi). Bahkan, ada Kepala Seksi yang lolos verifikasi untuk mengikuti uji kompetensi menjadi direksi.

Memang, reformasi kepegawaian ini juga membuka pintu pensiun dini bagi pegawai yang merasa sudah tidak mampu mengikuti percepatan organisasi perusahaan. Kini, menjadi pegawai PDAM Bandarmasih adalah sebuah kehormatan. Betapa tidak, warga kota ini sangat bergantung pada PDAM. Di sepanjang jalan kota, mulai dari jalan protokol, arteri, hingga jalan kampung, di sepanjang itu pula pipa-pipa transmisi air minum terlihat. Jumlah pelanggan perusahaan pun terus bertambah. Konsekwensinya, tingkat pelayanan dan jumlah pegawai pun bertambah pula.

Bahkan, sarjana-sarjana dari Jawa mulai banyak yang mengikuti penerimaan pegawai baru di perusahaan ini. Yang jelas, sekarang mengenakan seragam PDAM Bandarmasih adalah sebuah kebanggaan.

(saya tulis untuk Majalah KIPRAH edisi 32)

Baca juga:

Iklan

5 comments on “Yang Spesial dari Sistem Kepegawaian PDAM Bandarmasih

  1. Mmm, baru dengar nama Bandarmasih. Setipe dengan Banjarmasin.
    Patut dicontoh. Hal ini seharusnya jadi refleksi buat BUMN yang lain, terutama yang masih monopoli.
    ************

    kalipaksi:
    Bandarmasih adalah nama dari PDAM yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

  2. with pertamaakkss kunjungan pertama

  3. Sepakat…saya saja orang kalsel…sempat KAGET dan HERAN saat PU mengintai kota Banjarmasin sebagai nomini Award tersebut..setahu saja potensi air memang melimpah ruah…tetapi membuat sesuatu seperti yang telah diperbuat Pemerintah Kota Banjarmasin itu kan seperti mewujudkan mimpi yang sebenarnya…maju dan terus berkembang Bandarasih…Air selalu menjadi sumber inspirasi semua UMMAT
    Brafo: thahir makassar[http//www.talas unismuh makassar//fb, http//www.teatertalas.blogspot.com

  4. siiipp….kita memang harus tanamkan rasa memiliki akan tanah air kita. buat apa udah kuliah di kota lain, terus gak balik untuk menerapkan ilmu yang didapat malah nyari kerja di kota orang.. jadilah pandu ibu pertiwi guys….
    (visit http://www.sanghyang-nagari.blogspot.com)

  5. Maju terus PDAM Bandarmasih, mudah2an menjadi PDAM terbaik se-Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: