23 Komentar

Beda Kemenangan Partai Demokrat di Amerika dan Partai Demokrat di Indonesia

Hasil quick count Pemilu 2009 berbagai Lembaga Survai menempatkan Partai Demokrat meraih suara terbanyak. Bahkan, mencapai rata-rata 20%. Berbagai analisis pun mulai mengemuka tentang raihan Partai Demokrat pada Pemilu kali ini.

Dari berbagai analisis itu, saya paling sepakat dengan analisis Anis Baswedan. Menurut Rektor Universitas Paramadina ini,  sebagian besar rakyat pemilih mengambil jalur aman dengan memilih Partai Demokrat.  Jalur aman? Ya, begitu menurut Anis.

Saya sepakat dengan Anis karena pada prinsipnya, setiap Pemilihan Umum sesungguhnya hanya menawarkan dua hal: perubahan (change) atau continuity (keberlanjutan penguasa incumbent).

Di Amerika, isu change ternyata mampu menjadi isu politik utama yang menghantarkan Barrack Obama dan Partai Demokrat tampil sebagai pemenang. Isu change yang diusung Obama ternyata efektif karena pada saat yang bersamaan popularitas Partai Republik sedang jeblok akibat kebijakan George Bush yang dianggap gagal mempertahankan fundamentalis ekonomi dan gagal dalam mengembangkan politik luar negeri Amerika yang damai. Dalam kondisi politik semacam itu, rakyat Amerika memilih PERUBAHAN (CHANGE) bukan CONTINUITY.

Di negeri kita, sebaliknya, Partai Demokrat justru menjadikan isu “LANJUTKAN” (continuity) sebagai isu utama kampanye.  Kebijakan ini tidak terlepas dari kecerdasan mesin-mesin analis politik  Partai Demokrat dalam memetakan suasana psikologis politik di tingkat akar rumput (grass root), yang ternyata dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan polarisasi yang sangat tegas: perubahan atau melanjutkan penguasa incumbent.

Di antara gelombang krisis ekonomi global, jelas, rakyat lebih memilih untuk tidak melakukan perjudian dengan penguasa baru. “Saya khawatir, keadaan justru semakin buruk jika Presiden kita orang baru. Lebih aman memilih SBY, karena setidaknya tidak akan banyak perubahan kebijakan,” kata seorang warga di Cilacap kepada saya, pekan lalu. Itulah alasan ia akan memilih caleg dari Partai Demokrat.

Ternyata, suasana psikologis yang semacam itu sudah ditangkap tim sukses Partai Demokrat, yang akhirnya menjadikan isu continuity sebagai isu utama dalam kampanye publik, terutama melalui iklan di media cetak dan media elektronik.

Dengan mengusung isu itu, Partai Demokrat sangat yakin bahwa mereka akan mendulang suara lebih besar ketimbang partai lain, termasuk Golkar, dengan pertimbangan perolehan suara Demokrat dan Golkar terhubung dalam sebuah “bejana berhubungan”.

Jika mau memetakan potensi pemilih dalam Pemilu kali ini berdasarkan polarisasi change dan continuity tadi, maka rakyat terbagi menjadi dua: mereka yang bahagia dengan pemerintahan SBY dan mereka yang tidak bahagia.  Katakanlah, porsi perbandingan antara keduanya fifty-fifty.

Dengan asumsi itu, Partai Demokrat dan Golkar memperebutkan suara 50% rakyat yang merasa bahagia atau senang atau aman di bawah kepemimpinan SBY-JK  selama lima tahun terakhir. Nah, karena figur ketokohan SBY lebih kuat ketimbang JK, Partai Demokrat meraih suara lebih banyak.Ditambah, dengan keberhasilan message iklan Partai Demokrat dengan isu “Lanjutkan” itu, Golkar semakin tersisih. Dalam iklan-iklan itu, isu “Lanjutkan” dikaitkan dengan keberhasilan SBY  yang dipaparkan dalam berbagai bentuk iklan Partai Demokrat.

Sisanya, rakyat yang 50% diasumsikan tidak bahagia atau tidak senang atau tidak nyaman dengan kepemimpinan SBY-JK diperebutkan oleh partai-partai lain selain Golkar dan Demokrat.  Itulah penjelasan mengapa suara PDI-P turun karena PDI-P harus berkompetisi dengan partai-partai non-incumbent lain itu.

Ah, tapi ini kan hanya analisis. Setidaknya, dengan analisis ini saya lebih mudah memetakan kemenangan Partai Demokrat. Bagaimana dengan anda?

Iklan

23 comments on “Beda Kemenangan Partai Demokrat di Amerika dan Partai Demokrat di Indonesia

  1. analisis yang oke juga tuh, ada dua isu besar ternyata yang membedakan,, kalau begitu berarti prabowo menjadi oposan konsep SBY disini..
    makin menarik aja pemilu pilpres.. thx anyway for the good post

  2. Analisis menarik. Satu pertanyaanku: apakah memang antara yang pro stabilitas dan pro perubahan itu fifty-fifty?
    *****************

    kalipaksi:
    tentang fifty-fifty, itu hanya asumsi, Pak Shodiq.

  3. tepat dan pas analisa ini, di amerika banyak orang dah nggak tahan ama cengkraman bush, mungkin disini sby bukan pemimpin yg ideal namun lebih dianggap ideal dibandingkan lainnya sehingga ketokohannya lah yg dominan dalam mendongkrak demokrat….jadi? lanjutkan

  4. Melanjutkan, selamat dan sukses atas rate meroket buat demokrat..

  5. […] bisa menang? Ada beberapa tulisan blogger yang bagus membahas masalah itu. Dintaranya ini, ini dan ini. Ibarat jungkat-jungkit, naiknya suara Demokrat saia kira tidak hanya karena kecerdasan mereka […]

  6. Sayangnya, pilpres besok paling cuma 3 kontestan aja. SBY, mega, plus 1 capres alternatif. Prabowo, wiranto, sri sultan atau yang lain.

    Coba kemaren capres independen boleh ikut. pasti lebih seru..

  7. Saya setuju 100% dengan analisa ini. Kemenangan Partai Demokrat bisa dimaknai sebagai kemenangan partai reformis (partai yang lahir pada masa reformasi). Dan pilihan rakyat kemarin, menandakan mereka ingin lebih banyak wajah baru di parlemen. Hanya saja, saya khawatir parlemen kita (senayan) nantinya akan terbagi dalam dua kekuatan utama: ‘Lama’ (dipelopori PDIP, Golkar dan PPP beserta turunannya) dan ‘Baru’ (Demokrat, PKS, PAN dll). Jika tak di-manage dengan baik, masalah ini akan menimbulkan ‘instabilitas’ dalam pemerintahan 2009 – 2014, siapapun yang nanti terpilih sebagai presiden…. Kalau menurut saya, koalisi yang nantinya akan dibentuk untuk pemerintahan 2009 – 2014, sebaiknya tidak berdasarkan ‘Lama’ dan ‘Baru.

    terimakasih, salam kenal….

  8. yang milih demokrat adalah yang “bingung” milih … 😀

  9. yah, saia setuju aja sih 😉
    apalagi emank saat pemerintah pak Sby, katanya, Indonesia bisa impor beras!

    btw, salam kenal,
    http://reatheryan.co.cc

  10. Yang satu lanjutkan
    Yang satu perubahan
    😀

  11. Kalau Demokrat gak ada SBY kira2 menang gak ya? 🙂

  12. Untuk hasil sementara, kita bisa memberikan selamat pada Partai Demokrat. Tapi paling tidak kita masih menunggu sampai KPU mengeluarkan pengumuman secara resmi pada tanggal 9 Mei 2009 nanti. Kita tunggu saja pak, mudah-mudahan Partai Demokrat akan tetap memimpin. Terima kasih banyak udah mampir dan berkomentar di blog OmpuNdaru yang sederhana.

    Salam,
    OmpuNdaru

  13. Figur SBY sebagai Presiden sejak tahun 2004 memang banyak dianggap sebagai central role yang sangat penting atas terdongkraknya suara PD pada pemilu kali ini. Dan selamat untuk PD karena memiliki mesin politik yang mampu menggerakkan massa untuk lebih memilih mereka dibanding partai besar seperti PDIP dan Golkar.

    Jika disebut bahwa PD adalah partai reformasi mungkin tidaklah sepenuhnya tepat, yang tepat adalah partai yang lahir sesudah era reformasi. Tidak semua orang didalam partainya adalah orang-orang ‘baru’, banyak orang-orang dari partai lain yang ikut menyebrang ke PD karena mereka melihat ada sebuah peluang dan harapan baru di partai ini.

    Dan seperti salah satu komentar diatas, “Yang milih demokrat adalah yang ‘bingung’ milih”. Ada benarnya juga komentar seperti itu, terutama jika melihat bahwa ada kecenderungan para pemilih PD pada pemilu kali ini adalah mereka yang: bingung karena tidak mau ambil resiko dengan bakal terpilihnya presiden dari muka-muka lama, bingung karena partai lama (meskipun dulunya loyal) belum tentu bisa merubah kondisi yang selama pemerintahan SBY sudah tercipta; ada sebuah analisis yang menyebutkan bahwa para pemilih PD adalah mereka yang dulunya berasal dari PDIP dan Golkar;.

    Mudah-mudahan saja siapa pun yang menang, dari partai manapun tetap saja semua partai dan golongan yang ada dapat saling bekerja sama untuk membangun Indonesia.

  14. Beberapa hari sebelum pemilu banyak yang sebel dengan Demokrat karena berani mengklaim dapat mengalahkan Golkar dan PDIP. Hari ini setelah Pemilu tambah banyak aja yang sebel karena ternyata klaim itu benar ….. itulah Indonesia! Kapan akan menjadi INILAH INDONESIA yang gagah dan berani serta cerdas dalam kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Ayo Mas Kalipaksi, teruslah menulis agar Indonesiaku, Indonesiamu dan Indonesia kita bertambah maju, adil dan beradab.

  15. apabila analisa tulisan ini benar, saya heran aja dgn bangsa ini, prestasi yang dibawah standar dari pemerintahan yg sekarang sudah bisa memuaskan …. ?????

  16. Setidaknya rakyat Indonesia sudah mulai banyak belajar dari kesalahan.
    Saya setuju dengan Anda, kemungkinan besar SBY masih terpilih lagi.

  17. FIGUR SBY MEMANG SOSOK YANG PATUT DIPERTAHANKAN,TETAPI KALAU KITA BICARA MASALAH BBM, TURUNNYA BBM ITU DISEBABKAN HARGA MINYAK DUNIA TURUN,MASYARAKAT HARUS PAHAM KONDISI YG SESUNGGUHNYA,SEHARUSNYA HARGA BBM SEKARANG HARUS SAMA DENGAN TAHUN 2003.

  18. yang jelas aku tdk akan memilih kucing di dalam karung akan tetapi yang tampak dan nyata kinerjanya selama ini

  19. 1.GAM yg tdk pernah selesai sejak Sukarno hingga anak Sukarno, 2. Korupsi yg menjdi penyakit kronis yg tdk mungkin disembuhkan tp sBY memberikan harapan bhw msh ada jalan, 3.Mempertahankan Ambalat setelah bangsa ini dipermalukan dg terlepasnya Natuna, 4.Swasembada beras jstru d tengah kris pangan melanda dunia, 5.Satu d antara 4 negara yg mampu bertahan d terpa krisis global. Apakah ini karna peran pemerintah,peran orang lain atau telah d takdirkan Tuhan utk terjadi tp semuax terjadi dlm pemerintahan SBY-Jk Rekomendasi rakyat kepada SBY untu LANJUTKAN adalah wajar, terlepas dr rakyat memahami sepenuhx atau tdk. Tp konsekwensi demokrasi sebagai pilihan kita hrs kita terima tnpa menyesali proses sejarah yg sedang berlangsung. Wallahu’alam bissawab.

  20. Doaku semoga sby terpilih kdmbali untk melanjutkan program2 yg belum terlaksana, maju terus sby

  21. Untuk pilpres kali inì mari dukung sby untuk melanjutkan programnya

  22. semoga capres terbaik yang memimpin negeri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: