40 Komentar

Kisah Kurcaca ‘Moncong Putih’ dan Kurcaci PKS

Jangan tersinggung dulu, jika saya menggunakan istilah “kurcaca moncong putih” dan “kurcaci PKS” dalam judul tulisan ini. Kontradiktif memang, tapi ini tidak dalam konteks merendahkan PKS, tentunya. Istilah kurcaca dan kurcaci ini saya pinjam dari syair lagu Bunga Trotoar karya Bang Iwan Fals. Kurcaca sebagai simbol kelompok elit, sedangkan kurcaci simbol kaum akar rumput. Jadi, judul itu memang sesuai dengan kisah yang ingin saya ceritakan ini. Ya, sebuah kisah nyata, yang sahih kebenarannya; kisah antara seorang elit di Partai PDI-Perjuangan dan sebuah keluarga kader atau simpatisan Partai Keadilan Sejahtera. Supaya lebih mudah saya sebut saja kedua tokoh dalam kisah ini Mister Kurcaca dan Sahabat Kurcaci.

***

Kisah bermula ketika, saya ditanyai seorang teman—sekaligus klien– yang juga seorang elit partai berwarna kebangsaan merah itu. “Wan, menurut kamu bagaimana caranya agar kader partaiku juga bisa punya militansi seperti PKS?” tanya Mister Kurcaca.

Oh ya, sebagai penulis (meski amatiran), saya memang harus bergaul dengan kalangan lintaspartai. Bagi saya, mereka semua sahabat. Yah, kecuali yang menggangap saya sebagai musuh. 😀

***

“Wah, jika ingin jadi militan bisa saja. Tapi militansinya akan beda dengan kader PKS,” jawab saya.

“Oh ya, Mister: mengapa tiba-tiba bertanya tentang itu?” tanya saya lagi.

***

Mister Kurcaca pun bercerita kepada saya:

“Begini. Tempo lalu, aku sengaja melihat-lihat demonstrasi teman-teman dari PKS. Nah, pas bubaran, secara tidak sengaja aku melihat sebuah keluarga kader PKS berboncengan naik sepeda motor. Bapak, Ibu dan dua anak. Lengkap!

Tiba-tiba, motor itu berhenti. Si ibu (sahabat kurcaci), yang berjilbab, kemudian turun dari motor. Sambil menggendong anaknya, ia menyebarang ke tengah pembatas jalan. Kamu tahu, untuk apa? Hanya untuk menegakkan sebuah bendera PKS yang terjatuh.

Gila! Apa yang mendorong militansi semacam itu.

Penasaran, aku ikuti mereka. Hingga akhirnya sampai di sebuah toko swalayan kecil. Aku pun memarkir kendaraan di depan toko mini-swalayan itu, sambil menunggu mereka selesai berbelanja. Begitu keluar dari toko, aku sapa mereka: “Assalamu’alaikum

Aku pun bercerita tentang peristiwa bendera jatuh tadi. Kamu tahu apa jawabannya?

“Motivasi saya surga, Pak!” jawab si Ibu.

Mister Kurcaca tak habis pikir: “Dengan tingkat militansi yang semacam itu, PKS pasti kuat sekali di dalam.”

***

bermotivasi surga

bermotivasi surga

Bagi saya, kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi kedua pihak: PDI Perjuangan maupun PKS. Di mata saya, sebagai sebuah partai besar, PDI-P memang sudah saatnya membangun sebuah sistem kaderisasi berjenjang, lengkap dengan sistem meritrokasi jabatan yang tersistematis sehingga ada semacam iming-iming reward, yang bisa memotivasi setiap kader untuk menjadi militan. Tentu saja, iming-imingnya bukan surga, seperti ala kader PKS tadi.

Bagi PKS, militansi para kader akar rumput semacam itu hendaknya menjadi cermin bagi para elit, yang kini sudah menuai hasil perjuangan mereka: menjadi pejabat publik, apakah itu sebagai pejabat birokrasi (eksekutif) atau legislatif. Jangan cederai keikhlasan semacam itu.

Inget lho, keikhlasan mereka atas nama surga.

***

catatan:
tulisan ini juga saya post di: http://www.politikana.com dan http://www.public.kompasiana.com

Baca juga:

Iklan

40 comments on “Kisah Kurcaca ‘Moncong Putih’ dan Kurcaci PKS

  1. Muantaapp… Saya aja gak segitu-gitu amat militansinya.. hehehe..

  2. Saya sendiri kadang suka terharu melihat sahabat2 saya yang begitu militan
    Padalahal saya kala itu pengurus partai yg berbeda
    Akhirnya kini saya putuskan jadi orang biassa-biasa saja:)

  3. Top, pesannya adil, buat kedua pihak.

  4. satu lagi yg perlu diketahui bhw kader maupun simpatisan pks tdk pernah mengumbar janji dlm setiap kampanye ato orasi politiknya, mereka memperlihatkan aksi nyata

  5. Tapi kalau seperti ini, rasanya kurang menjual juga ya…

    Motivasi saya duniawi, Pak!

    Jadi, motivasi apa yang harus dipilih oleh PDIP?

  6. PKS memang hebat ya Mas…. suatu motivasi yang tidak boleh dianggap main-main oleh para caleg PKS… 🙂

  7. kalo semua kader partai yg berbeda bisa saling sharing untuk kebaikan partai masing2, maka tentunya akan bermanfaat bagi partai yg diusung utk memperbaiki sistem kepartaiannya. dan tentunya utk membentuk militansi kader yg kuat harus diimbangi dengan pembinaan politik yg baik&berkelanjutan dan tentunya ini akan sangat bermanfaat serta bisa menciptakan proses demokrasi yg sangat berkualitas di Indonesia.

  8. Mas, boleh saya copy paste? trimakasih ya. saya sertakan sumbernya kok.
    *******************

    kalipaksi:
    monggo, silahkan. dengan begitu, pesan dari tulisan ini bisa lebih tersampaikan kepada banyak orang.

    salam

  9. tulisan yang bagus, izin mau copas juga.

  10. andai kader PDIP dan partai yg lain motivasinya juga surga, lebih siip lagi kali ya…amiin…

  11. heheheh mantap asalkan tetap demi Islam

  12. merinding bacanya….

  13. ga ngerti soal politik-politikan 😐

  14. waduh udah dicuci otak nih soal militansi ke partai, partai ya partai penuh kekurangan, islam adalah agama sempurna. Harusnya militansi nya lari ke islam bukan partai. PKS adalah sebuah partai yang dikendalikan orang-orang yang penuh dengan kekurangan.
    Jalan ke surga melalui PKS ya salah besar
    lagian mana ada politik yang gak abu-abu

  15. tambah semangat aja buat teman-teman pks..dan semoga istiqomah..
    ini bukan resep rahasia kok pastinya teman2 dari partai lain ikut asal mau..hemm

  16. izin copas ya…Thanks

  17. Anda tahu kita sudah swasembada beras??, siapa dibalik layar?
    itu partai apa ya yg gitu? kayaknya narsis.

  18. Insya Allah teman -teman PKS militansinya tetap dalam Li’i kalimatillah, masalah bendera, hanyalah salah satu representasi perjuangan dalam koridor itu, tujuan dan niat awalnya tetap satu, dakwah ilallah. Semoga saudara yang lain tidak salah paham. PKS memang bukan tiket ke surga. PKS hanya kumpulan orang yang mendambakan tiket kesurga,.. Amiin.

  19. Padahal militansi pendukung moncong putih masih kelihatan ada..dibanding golkar ataupun demokrat misalnya…..militansi pendukung PDIP ( baca : Mega ) jauh lebih menakjubkan….ingat cap jempol darah untuk Mega…..dan itu bukan didorong karena urusan imbalk balik surga….

  20. Untuk militansi bukan hanya saja di PKS tapi dalam keseharianpun di tempat umum tanpa bendera (partai) tetap melakukan perlakuan/perbuatan yang senada.

    Bertambah teguh dan mantapnya militansi berkat bimbingan dan binaan dari kader senior, ditambah lagi arah dan tujuan PKS sudah jelas akan dibawa kemana.

    Selamat bergabung dengan partai masa depan ……………

  21. sekadar klarifikasi, beberapa teman menganggap bahwa saya kader PKS. Anggapan itu tidak benar. Saya adalah warga negara lintaspartai. Bukan kader sebuah partai peserta pemilu…

    jika kemudian saya memiliki hubungan interkoneksitas dengan berbagai pengurus partai, itu karena komitmen saya untuk menjalin silaturahim dengan siapapun.

  22. Di depan kosan saya kan ada caleg PKS, nah gambar caleg itu ada yang jatuhin atau jatuh. Beberapa hari kemudian dia tegak lagi …

    Mengapa orang orang PKS bisa seperti itu ? Menurut Gw karena mereka bangga kader kader yang diusung menjadi caleg MASIH bersih dibanding caleg caleg lain.

    Lanjutkan PKS Semoga tetap di jalan tuhan.
    Lanjutkan Bapak Susilo-ku rakyat bersamamu.

    Terimakasih untuk Pak Sofwan dari KaliPaksi untuk artikelnya.

  23. Sebagai tambahan, kami tahu persis bahwa bendera2, banner2, spanduk2, itu dibuat dari dana yang dikumpulkan dari kantong2 kami. Bahkan kami patungan dan jualan hanya untuk cari dana buat bikin atribut2 tersebut.

    Makanya rasa kepemilikan pada sekedar sebuah bendera saja begitu besar. Apalagi pada sistem kepartaiannya secara keseluruhan. Tapi tetap saja, bukan kemenangan partai motivasi utama kami.

  24. Sebenernya saya udah baca tulisan Mas Sofwan di milis PKS.
    Hati sy ikut tergetar demi membaca komentar pendek motivasi sang ibu di kisah ini. Militansi itu ga mungkin terbentuk sekejap saja. Saya bisa menyelaminya. Mudah2an PKS kian kokoh dengan basis kadernya yang terbina secara intens dalam nilai2 Islam yang Kaffah.

    Surga tentu motivasi tertinggi setiap muslim.
    Dan jika jalan menuju kesana bisa melalui keikhlasan dalam menebar kebaikan melalui jalur beramal jama’i (seperti dlm btk partai), mengapa tidak ?

    Terimakasih opininya Mas. Bernas dan netral. 🙂
    *salam buat jeung Winnie*

  25. jangan sampai PDIP kalah dengan DEMOKRAT ya

    jangan sampai KONTRAK POLITIK kalah dengan MARI KITA DUKUNG TERUS, LANJUTKAN!!!

    bahaya euy. . .

    koalisi BANTENG MONCONG PUTIH dengan PADI PKS sangat pelu untuk INDONESIA yang lebih baik

    see me at INABISA.BLOGSPOT.COM

  26. Tulisan yang menarik Sofwan.
    Sebuah pelajaram manis utk siapapun..

  27. Tragis jika PKS betul2 berkoalisi dengan SBY. Saatnya PKS merapat ke partai2 Islam lainnya yang telah mereka gembosi suaranya dan berjuang bersama mereka untuk kemshalahatan umat. INSYA ALLAH!

    Buktikan bahwa dana umat yang telah disedot untuk iklan politik PKS memang benar2 untuk kepentingan umat Islam, bukan kepentingan petinggi PKS saja, buktikan hijaumu PKS!

    Jangan biarkan dirimu dianggap sebagai partai pragmatis dan oportunis, itu memalukan!

    Buat para kader, saatnya kita mawas diri dan berkaca kembali akan manuver2 petinggi PKS yang haus kekuasaan saat ini, mari kembali melayani masyarakat dalam tatanan bermasayarakat yang lebih Islami, daripada sekedar tercuci otak dan terjebak dalam permainan partai!
    Tujuan kita awalnya mendukung PKS adalah untuk mengagungkan Islam, bukan untuk kepentingan kekuasaan para petinggi partai, dan sayangnya banyak kader yang tidak menyadarinya!

  28. Hebat, terimakasih sudah merekam satu lagi kebanggaan jejak PKS 🙂

  29. memang agak heran juga kenapa PKS kurang akrab dengan partai islam lainnya, begitu juga sikap partai islam lainnya kepada PKS. sepertinya memang ada sebuah sentimen tertentu dari kedua belah pihak. tapi motivasi bela partai untuk dapat surga boleh juga diacungin jempol walaupun lucu aja

  30. Saya simpatisan pks, saya salut dan bangga dgn kader2 pks yg bekerja lillahitaala, tanpa pamrih

  31. agak gmn gitu rasanya baca tulisan yg di post in sama bang sofyan ini….
    bukan hendak ‘merendahkan’ salah satu partai ya…tapi emang sih agak kurang stuju juga ya ketika ada partai yang mengagung-agung kan motivasi ‘Lillahi ta`ala’ karena Qt semua tau yang namanya politik itu memang sangat abu2…kita g bisa liat mana yg benar dan mana yg salah…
    sudahlah kawandh,,,jangan mengatasnamakan politik dengan dalil untuk agama Allah…

  32. waktu naik haji beberapa keluarga saya tersesat jauh dari kemah kemudian oleh kader dibantu. karena kepedulian tersebut mengguga hati. mereka pun mengajak anggota keluarganya hijrah ke pks

    ada seorang yg jengkel melihat atribut pks di kenakan di mesjid kemudian saat mo naik haji sebelumya dia minta maaf pada beberapa kader yg sering kena imbas kejengkelannya dan saat pulang haji dia kembali lagi minta maaf dan sambil menangis berkata : q kira hanya di mesjid ini ada atribut pks nga taunya di mekkah dan di mesjid nabi pun ada orang yg memakainya

    karena bantuan kader pks saat anaknya sakit akhirnya di pun hijrah

  33. Subhanalloh,,, memang ketika kita mendengar kata PKS ada sebagian golongan yang berpandangan sebelah “mata” dan insya alloh pks akan menjadi partai dakwah yang benar-benar ingin memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan dan insyaAlloh tidak ada kata “abu-abu” dalam tubuh pks…
    “Alloh akan menolong hambanya yang menolong agama_Nya”
    semoga kita menjadi umat yang Alloh tolong…..
    untuk semua ikhwah semangatlah untuk menolong agama Alloh
    Hamasah ….Allohu Akbar…….

    ow ya mw minta izin juga untuk CoPas
    syukron………
    amin

  34. mau di bawa kemana ya negeri ini ya

  35. Subhanallah, sangat inspiratif….
    Sekalian minta ijin copy paste ke http:pujohari.wordpress.com

  36. Semoga Allah tetap menjaga asas dakwah di tubuh Partai Keadilan Sejahtera.

  37. nahnu du’at qobla kulli say’in..

    kami adalah da’i sebelum segala sesuatunya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: