2 Komentar

Istilah “Hooker” yang artinya pelacur, ternyata diambil dari nama seorang jenderal.

Gara-gara pernah keluar masuk tempat lokalisasi pelacuran (tapi bukan untuk jajan lho, melainkan untuk investigative reporting), seorang teman beranalisa kepada saya.

Pelacur itu kan istilahnya banyak: ada PSK, WTS, pecun, perek, bispak, neneng-neneng, amoy, pokoknya macam-macam. Setiap sebutan itu kan ada asbabun nuzulnya. Di Batam dan Tanjung Pinang, mereka disebut “neneng-neneng” karena kebanyakan pekerja prostitusi datang dari Sunda (maaf, bukan hendak menyinggung suku tertentu). Nah, di Amerika mereka disebut hooker.

“Kamu tahu kenapa mereka disebut hooker?” tanya temen saya itu.

“Ya, nggak tahu. Coba tolong jelaskan,” pinta saya.

Dan, ternyata penjelasannya membuat saya terperangah, sembari tertawa cekikian sendiri. Ternyata, istilah hooker diambil dari nama seorang jenderal. Seperti apa penjelasannya?

Ini dia: Jenderal Hooker

Ini dia: Jenderal Hooker

Istilah “hooker” dalam dunia kepelacuran di Amerika digunakan untuk menyebut wanita penghibur, ternyata berasal dari para prajurit Amerika. Saat perang sipil, dikenal seorang Jenderal dari pihak Union (Utara) yang bernama Joseph Hooker.

Jenderal ini sering membawa wanita-wanita penghibur untuk menemaninya di kota New Orleans sepanjang masa perang sipil. Oleh anak buahnya, wanita-wanita ini diberi nama “Hookers Division”.

Lama kelamaan kata “Division” menghilang, dan akhirnya wanita-wanita dengan profesi yang demikian itu mendapat sebutan “hooker” hingga sekarang.

Mau lihat tampang si jenderal. Seganteng apa sih dia? Tuh di samping, orangnya.

Iklan

2 comments on “Istilah “Hooker” yang artinya pelacur, ternyata diambil dari nama seorang jenderal.

  1. Kalo komen itu yang singkat aja nggak usah panjang lebar. To the poin aja tak perlu bertele-tele bikin pusing yang baca. Contohnya adalah komentar saya ini gak panjang panjang amat tapi mengena tepat sasaran. Maaf jangan marah ya ama yang saya omongin ini. Jujur saya sebenarnya nggak mau komentar, tapi nggak enak ama yang bikin status. Kan dia nulis status ini udah capek. Ya udah aku komenin aja biarpun Cuma singkat. Tak perlu panjang lebar biar yang baca nggak pusing. Kesel juga kan baca komen terlalu panjang tapi gak jelas apa isi komennya kayak orang kumur-kumur gitu. Makanya saya komennya singkat aja. Tahu sendiri kan komen kepanjangan itu ngeselin banget tau nggak? Siapa juga yang mau baca kalo komennya kayak kereta api gitu. Emang kita kerjaannya hanya baca komen aja? Kalo untuk baca satu komen aja perlu waktu satu jam, mana sempat kita ngerjain lannya kayak upload photo selpie, update status
    ngomentari teman yang lainnya. Itulah sebabnya saya anjurkan kalo komen itu yag singkat aja. Biarpun singkat tapi bermutu itu lebih baik daripada puanjang banget tapi tak jelas apa yang diomongin. Contohnya kayak status saya ini nih… singkat tapi mengena banget. Nggak bikin pusing. Nggak bikin kesel. Iya bener. Saya juga keki banget kalo ada orang yang kalo komentar itu panjang banget. Kesannya gimana gitu loh. Ada nih teman saya yang baca komentar panjang kek gitu jadi marah sampai banting hape segala. Kasian kan harus beli hape baru lagi. Iya kalo dia punya uang buat beli, kalau nggak? Itu salah satu akibat dari komentar yang terlalu panjang. Itulah kenapa kalo komen saya cukup nulis satu dua patah kata aja yang penting komenlah buat menghargai yang mosting status. Jangan mentang mentang baru belajar ngetik terus komentarnya panjang banget biar dikira intelektual. Yaelah, hanya komen ini kok kayak bikin skripsi aja sampai berlembar-lembar. Bukan saya menghina sih… Cuma saya kesel aja baca komentar begitu. Bikin orang penasaran aja, ini komentarnya kapan habisnya? Begitu habis ternyata malah tambah penasaran dan harus membaca ulang dari awal. Sebenarnya maksud dari komentar ini apaan? Kesel banget kan? Seperti ini nih, saya mesti membacanya dari awal lagi. Sekali lagi simak baik-baik. Kalo komen itu yang singkat aja nggak usah panjang lebar. To the poin aja tak perlu bertele-tele bikin pusing yang baca. Contohnya adalah komentar saya ini gak panjang panjang amat tapi mengena tepat sasaran. Maaf janganmarah ya ama yang saya omongin ini. Jujur sara sebenarnya nggak mau komentar, tapi nggak enak ama yang bikin status. Kan dia nulis status ini udah capek. Ya udah aku komenin aja biarpun Cuma singkat. Tak perlu panjang lebar biar yang baca nggak pusing. Kesel juga kan baca komen terlalu panjang tapi gak jelas apa isi komennya kayak orang kumur-kumur gitu. Makanya saya komennya singkat aja. Tahu sendiri kan komen kepanjangan itu ngeselin banget tau nggak? Siapa juga yang mau baca kalo komennya kayak kereta api gitu. Emang kita kerjaannya hanya baca komen aja? Kalo untuk baca satu komen aja perlu waktu satu jam, mana sempat kita ngerjain lannya kayak upload photo selpie, update status, ngomentari teman yang lainnya. Itulah sebabnya saya anjurkan kalo komen itu yag singkat aja. Biarpun singkat tapi bermutu itu lebih baik daripada puanjang banget tapi tak jelas apa yang diomongin. Contohnya kayak status saya ini nih… singkat tapi mengena banget. Nggak bikin pusing. Nggak bikin kesel. Iya bener. Saya juga keki banget kalo ada orang yang kalo komentar itu panjang banget. Kesannya gimana gitu loh. Ada nih teman saya yang baca komentar panjang kek gitu jadi marah sampai banting hape segala. Kasian kan harus beli hape baru lagi. Iya kalo dia punya uang buat beli, kalau nggak? Itu salah satu akibat dari komentar yang terlalu panjang. Itulah kenapa kalo komen saya cukup nulis satu dua patah kata aja yang penting komenlah buat menghargai yang mosting status. Jangan mentang mentang baru belajar ngetik terus komentarnya panjang banget biar dikit yang penting kita ikut komen ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: