8 Komentar

Susu Kambing Segar ala Singapura

zoom ini mekanisasi pemerahan

mekanisasi pemerahan-- Dalam sehari, kambing-kambing laktasi di peternakannya bisa menyumbang susu 3 liter per ekornya. Dalam satu periode, paling tidak terdapat 200 kambing laktasi.

teks & pics: sofwan ardyanto

Segarnya susu kambing Hay Dairies. Hay Dairies adalah sebuah usaha peternakan mini di sebuah sudut Singapura. Hanya dengan luas lahan 2 hektare, Mr. Hay mampu menjadi salah satu pensuplai besar susu kambing bagi penduduk Kota Singapura. Otak bisnis Mr. Hay dalam mengambil peluang bisnis ternak kambing memang cerdas. Penduduk Singapura yang sudah sangat metropolis sudah tak begitu minat menjadi peternak. “Keluarga saya keluarga peternak, sejak kecil saya sudah ikut beternak. Sekarang pun bisnis di bidang peternakan,” katanya bangga.

Mr. Hay pun bercerita tentang asal-usul kambing-kambing yang menjadi ujung tombak usahanya. Hay hanya memelihara kambing jenis Mountain Goat (kambing gunung) yang didatangkan langsung dari Minnesota, Amerika. “Hanya beberapa ekor saja,” katanya. Dari beberapa pejantan dan induk itulah kemudian populasi ternak di peternakan Hay sekarang sudah mencapai 1.000 ekor kambing.

Per liter, oleh Hay, susu kambing produksinya, di Singapura dijual sekitar Rp20.000 per liter. Minimal, setiap orang yang berlangganan ambil 2 liter per hari. Dengan asumsi 600 liter per hari, income usahanya bisa mencapai Rp12 juta per hari.

Foto-foto:

semua kambing diperah sesuai jadwal yang telah tersusun rapi

semua kambing diperah sesuai jadwal yang telah tersusun rapi. Melihat potensinya, Hay pun sangat serius mengurus kambing-kambingnya, sampai-sampai pakan bagi kambing-kambing itu pun mesti diimpor dari Amerika: rumput jenis Alfafa. Selain juga tambahan legum Stylosanthes. Setiap hari per kambing diberi rumput rata-rata 2 kg dan konsentrat tanpa tepung ikan sehingga kotoran kambing dan lingkungan perkandangan tidak berbau dan tidak mengundang lalat.

Per liter, oleh Hay, susu kambing produksinya, di Singapura dijual sekitar Rp20.000 per liter. Minimal, setiap orang yang berlangganan ambil 2 liter per hari. Dengan asumsi 600 liter per hari, income usahanya bisa mencapai Rp12 juta per hari.

Per liter, oleh Hay, susu kambing produksinya, di Singapura dijual sekitar Rp20.000 per liter. Minimal, setiap orang yang berlangganan ambil 2 liter per hari. Dengan asumsi 600 liter per hari, income usahanya bisa mencapai Rp12 juta per hari.

Hal menarik lainnya, Hay selalu memberipenjelasan kepada para konsumennya tentang proses pemeliharaan kambing-kambingnya, termasuk kepada para anak-anak kecil. Sungguh suatu proses pendidikan informal yang cukup efektif: menumbuhkan kecintaan kepada dunia peternakan sejak usia dini. Anak-anak pun tak canggung bercanda dengan anak-anak kambing yang lucu, bersih dan bugar yang tinggal di sebuah kompleks perkandangannya pun resik.

Hal menarik lainnya, Hay selalu memberipenjelasan kepada para konsumennya tentang proses pemeliharaan kambing-kambingnya, termasuk kepada para anak-anak kecil. Sungguh suatu proses pendidikan informal yang cukup efektif: menumbuhkan kecintaan kepada dunia peternakan sejak usia dini. Anak-anak pun tak canggung bercanda dengan anak-anak kambing yang lucu, bersih dan bugar yang tinggal di sebuah kompleks perkandangannya pun resik.

Iklan

8 comments on “Susu Kambing Segar ala Singapura

  1. singapura… singapura… ada-ada saja.
    rumput harus impor dari Amerika?
    tapi salut juga tuh pemerahannya sudah mekanis. 🙂

    salam kenal pak kalipaksi.
    trims. boleh saya link dari website saya?
    ****************

    kalipaksi:
    “silahkan, Mas Ari. Eh, btw busway, mas atau pak, ya???”

  2. Ari saja Pak, he.
    anw, Maaf ya, namanya bukan Pak Kalipaksi to ternyata, tetapi Pak Sofwan Ardyanto. Salam kenal.
    **************

    kalipaksi:
    Siaaaaaaap. Hatur nuwun, pisaan (bergaya ala Bandung, mode ON). 🙂

  3. Wah…susu kambing, saya kira susu kambing hanya ejekan aja di Indoenesia, tapi rupanya ada beneran di Singapura. Kira-kira rasanya gimana ya?

    Salam kenal pak…
    ***********************

    kalipaksi:
    Mas Dion, ada beneran kok di Singapura. Di daerah menuju arah kawasan Sungai Buloh Wetland. Rasanya sih sami mawon tapi kemasan dan suasananya lumayan oke.

  4. bisnis susu kambing di Singapura adalah suatu ide bisnis yang bagus. Bagaimana kalau diterapkan di Indonesia?
    *******************************

    kalipaksi:
    sebenarnya sudah ada, tapi pola manajemen yang diterapkan belum semodern Hay Dairies. Di Indonesia, peternakan kambing etawa sangat prospektif. Tapi ya itu, bisa ndak sebersih Hay Dairies.

  5. Halo kalipaksi gmn kabarnya?kapan kirim artikel lagi di blogger kompasiana?
    salam,

  6. wahhh sayah kagu bget….
    pengen loh di indonesia ada alat yang bisa di produksi buat memeras susu secara mekanis..

    kapan yaah bisa punya usaha seperti itu…

  7. asslm..
    sy tertarik ingin mempelajari lbh lanjut ttg bisnis susu kambing, yg ingin sy tanyakan :
    1. di mn bisa memperoleh lbh lengkap ttg org yg ingin lbh mengetahui ttg bisnis tsb, mulai dr awal smpai ke pemasaran susu tsb
    sblmx sy ucapkan trm kash..
    awi..

  8. apa produk susu kambing ini tersedia dalam kemasan bubuk ? ( maunya susu bubuk kambing buatan singapura )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: