1 Komentar

Never To Walk in Anyones Shadow’s

Malam ini, sebuah kenangan lama menyeruak kembali. Sungguh, sebuah kenangan yang sangat krusial dalam perjalanan hidup saya. Disebut krusial, lantaran hal itu menjadi semacam titik balik dalam menentukan perjalanan karir.

Kenangan itu terseruak kembali hanya gara-gara sebuah lagu di radio. Yups, lagu yang bagi saya sangat istimewa. Judulnya, The Greatest Love of All. Lagu ini pernah dinyanyikan baik oleh George Benson maupun oleh Whitney Houston. Ini lagu bercerita tentang seorang anak yang terbentuk karakternya oleh pengalaman hidup yang pahit.

Pada lagu ini, ada sebait syair yang isinya sangat dahsyat, yang beberapa tahun lalu ‘menampar’ saya untuk berputar haluan. Begini, bunyinya:

“I decided long ago, never to walk in anyones shadows

If I fail, if I succeed

At least I live as I believe

No matter what they take from me

They cant take away my dignity”

Temans, sejak pertama kali saya meresapi bait ini, dan merenungkannya, akhirnya saya memilih untuk tidak lagi berjalan dalam bayang-bayang kebesaran orang lain (never to walk in anyones shadows).

Bagi saya, hidup di bawah bayang-bayang orang lain sama seperti hidup terjajah. Padahal sebagai individu, kita memiliki hak kebebasan, hak kemerdekaan, hak bicara, hak berbuat sesuatu –dengan syarat dan tetap pada koridor kebenaran dan kepantasan universal– tanpa harus dipengaruh oleh orang lain; tanpa harus ada campur tangan dari orang lain yang akhirnya membuat kita terhambat untuk maju dan berkembang.

Memang,  tidak mudah untuk melakukannya.

Iklan

One comment on “Never To Walk in Anyones Shadow’s

  1. Assalamu’alaikum

    Pada alinea terakhir saya merasakan ada sesuatu yang Mas menafikan sesuatu yang penting, bahwa sebagai muslim yang bertakwa (mukmin) kita wajib untuk hidup di bawah bayang bayang orang lain, siapa orang itu? Muhammad Rasululloh S.A.W.

    Bahwa kita wajib mencontoh Rasululloh dalam semua hal, tidak hanya secara fisik namun lebih dalam dari itu yaitu keinginan, motivasi, dan unsur2 psikologis lainnya.

    Bukankan Rosululloh S.A.W telah bersabda : “Telah Aku tinggalkan 2 perkara, kalian tidak akan parnah sesat selamanya jika berpegang teguh pada keduanya, dua perkara itu adalah Kitabulloh (Al Quran) dan Sunnah Rosululloh S.A.W (AlHadist)”

    Telah kita ketahui juga bahwa di dalam Al-Qur’an dan Hadist telah dijelaskan secara detail dan sempurna tentang hak dan kewajiban, tidak ada yang luput dan tidak ada yang absurd, semuanya clear, lalu kenapa kita tidak mencoba untuk memulai hidup di bawah bayang bayang sang Kekasih Alloh tersebut?

    Wallahu ‘alam bishowab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: