Tinggalkan komentar

Be more romantic

Banyak orang bilang, menjalani hidup yang singkat ini jangan terlalu romantis. Ya, romantis dalam segala hal: dalam berideologi; dalam berkarir; dalam pertemanan; dalam percintaan; dan dalam lain-lain hal lainnya.

“Please deh…. be pragmatically. Jadi orang yang pragmatis saja. Jangan buat hidupmu yang sekelebatan angin ini tak bisa kau nikmati,” begitu kata mereka.

“No way,” jawabku. Di satu sisi, betul bahwa kita harus bersikap pragmatis tapi di sisi lain romantisme adalah sebuah anugerah Tuhan yang sayang untuk tidak dinikmati.

Betapa tidak, jika pendekatan kita semata hanya dari sisi pragmatisme, maka:

Ketika engkau berideologi, ideologimu hanya akan menyengsarakan banyak orang;

Ketika engkau berbisnis, bisnismu hanya akan merugikan banyak orang;
Ketika engkau bercinta, cintamu hanya akan menyakiti kekasihmu;

Ketika engkau bersahabat; sahabat-sahabatmu akan segera berpaling dirimu.

Tuhan, izinkan aku menikmati keromantisan hidup hingga akhir menutup mata kelak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: