6 Komentar

Memotret Orang Cacat

Sungguh, saya beruntung diberi kesempatan untuk bisa melakukan tugas reportase ke hampir 88 kabupaten dan kota pada tahun 2005 silam. Jika ditotal-total, tinggal 4 propinsi saja yang belum pernah saya liput: NAD, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Bangka Belitung. Tapi, bukan keberuntungan itu yang ingin saya bagi dalam posting ini. Melainkan, keberuntungan untuk bisa memotret kehidupan sebagian anak negeri ini yang terlahir cacat atau menjadi cacat.

Ya, saya beruntung karena bisa belajar dari semangat mereka. Satu kalimat dari satu di antara yang membuat saya terlecut: “tubuh kami memang cacat, tapi semangat kami tidak.”

Foto-foto di bawah ini sebenarnya kompilasi dari album foto saya di photoblog: http://www.fotokalipaksi.wordpress.com dan juga album foto yang pernah saya publish di http://www.kalipaksi.multiply.com.

Semoga bisa memberi pencerahan.

Rusidah: Fotografer Tanpa Telapak Tangan

Rusidah (Purworejo, Jawa Tengah). Foto by: Sofwan
Rusidah (Purworejo, Jawa Tengah). Selain menerima panggilan untuk mengabadikan berbagai momen seperti pernikahan dan acara-acara di lingkungan kantor pemerintahan Kabupaten Purworejo, Rusidah juga mengelola studio kecil, yang sebenarnya belum bisa dikatakan studio, di rumahnya di Desa Botorejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.Keteguhan hati Rusidah untuk tak mau menyerah dengan nasib sebenarnya sudah terlihat sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun cacat, Rusidah bersikeras untuk terus sekolah dan ingin menjadi juru foto. Foto by: Sofwan

(kisah lengkap tentang  Rusidah sudah pernah saya posting di sini: multiply dan kalipaksi.photoblog)

Rusidah in action (by: sofwan) Rusidah juga sering menerima order dari sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Bayan. Tahun 1996, ia pernah menjadi juru foto kegiatan perkemahan Pramuka

SMP 5 di Lapangan Kaliboto. “Sejak itu masyarakat tahu kiprah saya. Apalagi ada koran yang menulis tentang saya,” kenangnya. Jika dihitung-hitung, dari profesinya itu Rusidah bisa mendapat tambahan penghasilan sebesar Rp200 ribu sampai Rp400 ribu sebulan. “Tergantung sedikit banyaknya order,” lanjutnya.

Kolaborasi si Buta dan si Lumpuh

Si Buta tak punya mata, si Lumpuh tak bisa berjalan dengan kakinya. Secara tidak sengaja pemandangan ini melintas ketika saya sedang asyik-asyiknya menyeruput secangkir kopi. Ya, si Lumpuh menjadi mata bagi si Buta. Dan si Buta mendorong kursi roda si Lumpuh--sebagai pengganti bagi kakinya. Ah, sebuah kolaborasi yang mengagumkan. by. Sofwan

Melukis dengan mulut; Rp6 juta per lukisan….

by.sofwan
Agus merupakan anggota dari Yayasan Pelukis Mulut dan Kaki Internasional yang berpusat di Swiss.

Setiap bulan, Agus harus mengirim tiga lukisan ke Swiss. Untuk tiga lukisannya itu, Agus mendapat bayaran sebesar Rp6 juta. Setelah diseleksi, jika dari lukisan-lukisan yang dikirimnya itu memenuhi syarat untuk dikomersilkan, apakah itu untuk motif post card, diikutkan pameran, dan bahkan dijual, Agus dibayar sebesar Rp6 juta per lukisan yang lolos seleksi.

Selama tujuh tahun berkiprah di yayasan itu, Agus menghitung telah 30 buah lukisannya yang telah lolos seleksi. Dengan dana telah dikumpulkannya itu, Agus berharap bisa mewujudkan cita-citanya untuk membuka sanggar seni lukis bagi para penyandang cacat. by.sofwan

selain foto-foto ini, anda juga bisa melihat koleksi foto tentang para penyandang cacat di fotoblog saya berikut ini:

Iklan

6 comments on “Memotret Orang Cacat

  1. sangat inspiratif… bang saya buka2 dulu tulisan yang laen. maklum pertama kali mengunjungi blog ini.

  2. ORANG CACAD ITI EMANG CACAD
    ]

  3. mengapa semua orang cacad itu bisa kaya itu

  4. kenapa orang cacad itu tidak gampang menyerah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: