25 Komentar

“Lahir untuk Nge-Rock, Mabok, Nge-Fuck” Tapi Tetap Shalat

Ini sebuah peristiwa yang sudah agak lama.  Tidak terlalu istimewa, memang, tapi cukup unik di mata saya.  Unik, begitu seorang pemuda shalat di Masjid Agung Bandung, sementara ia mengenakan sebuah kaos dengan desain tulisan yang sangat kontras dengan aktivitas ritual shalat, yang sedang ia jalankan. Di kaos hitam yang ia pakai itu tertulis: “Born To Rock, Drink and Fuck”: Lahir untuk nge-rock, mabok dan nge-fuck (anda tahu lah ya makna nge-fuck itu).

Jelas, lensa kamera Nikon D-70 seketika berteriak: “Bro, itu lihat “don’t judge the book by from it’s cover”. Hwaaa… jadi inget Tukul, yang waktu itu sedang hot-hotnya dengan kalimat “don’t judge the book by from it’s cover.”

Foto ini ingin bercerita bahwa terkadang nilai-nilai spiritual manusia jangan selalu diidentikkan dengan penampilan fisik seseorang. Memang, akan lebih ‘pantas’ jika secara spiritualitas (baca: religiusitas) itu bisa ditampilkan secara lahiriah maupun ruhiyah.

Namun, bagi kita yang merasa sudah tampil religius secara lahiriyah dan ruhiyah, tak selayaknya lalu dengan mudah menghakimi manusia lain belum atau tidak religius secara lahiriah, merupakan “pengikut iblis” (maaf agak terlalu sinis) yang hanya kan tiba di dua persimpangan terakhir: taubat atau mati dalam keadaan zalim.

Ingat kisah: pelacur yang ternyata mendapat hadiah utk menjadi penghuni ‘surga’ hanya karena memberi air minum seekor kirik yang hampir mati kelaparan?

(Oh ya, mohon cantumkan link sumber ini jika ingin menggunakan foto ini. Terima kasih)

Iklan

25 comments on ““Lahir untuk Nge-Rock, Mabok, Nge-Fuck” Tapi Tetap Shalat

  1. Mas Sofyan, wah, klo jurnalis emang bisa nemu aja berita dan hikmah di mana-mana.
    Sekalian aku minta izin memboyong postingan “Sebuah Cermin dari Sunter” untuk diacak-acak jadi postinganku. Salam.

  2. Kalau aku sih seringnya malah liat “bintang-bintang sepakbola dunia” rajin jumatan di masjid kompleks perumahan tempat tinggalku.
    Sekalian juga minta izin menaut link blog ini sebagai sumberku.

    ****************************
    kalipaksi menjawab:

    Salam..

    Mas Bachtiar, monggo jika hendak menggunakan berbagai bahan di-blog saya. Matur sembah nuwun sudah sudi menjadikan blog kalipaksi sebagai bahan referensi.

    Sukses selalu, terutama utk orang-orang awam seperti kita. 😀

    Sofwan

  3. Wah…saya suka sekali dengan judul tulisan ini Mas… 🙂
    Tepat sekali kata-kata ini ya Mas….“don’t judge the book from the cover.”

    Atau…mungkin yang pake baju itu tidak tau arti tulisan itu (maaf bukan merendahkan : ))

    Nice post…. 😀

    ****************************
    kalipaksi menjawab:

    @Yep: Terima kasih atas tanggapannya. Btw, jangan-jangan si pemuda memang ndak tau arti tulisan itu ya. Tapi, sekilas, sepertinya ia seorang mahasiswa.

    Mungkin mahasiswa nyentrik, yang sebenarnya punya kedalaman intelektual dan spiritual. Hanya saja, ia ingin sekadar nyentrik.

    Ah….tapi entahlah.

  4. mas, kalo gak salah Rasululloh menyuruh kita berpakaian rapi dan bersih saat menghadap Alloh (Sholat), dan tentunya tidak membanggakan hal-hal buruk kepada orang apa lagi Alloh (ngefuck..???) membanggakan perbuatan buruk itu ada dosanya tersendiri lho. Ini bukan masalah cover-nya…. Presiden aja marah kalo kalo si ‘born’ itu menghadap pake baju gituan, mana penghormatan kita sama Allah yang kita menghadap kepada-Nya…… sok sholat tapi menghina Alloh dengan pakaian kayak gitu….

  5. @Anti Serius:

    posting ini bukan dalam konteks membanggakan “nge-fuck”, dan sebagainya. Ini tentang sebuah cara pandang alternatif bahwa tidak sedikit manusia mulia yang justru secara fisik tak tampil seperti orang mulia.

    Namun, tak sedikit manusia dengan simbol religiusitas justru berperilaku bak “serigala berbulu domba”. Bukti, bertebaran di mana-mana.

    Karena itu, pada paragraf ketiga posting ini, saya tulis begini: “Memang, akan lebih ‘pantas’ jika secara spiritualitas (baca: religiusitas) itu bisa ditampilkan secara lahiriah maupun ruhiyah.”

    Salaaam.

  6. wah mas sofwan setuju itu..bisa juga itu pemuda tidak tau tulisan, ato sekedar menguji kedalaman intelektual kita,artinya disaat kita berwudlu kita mestinya fokus menghadap ALLOH. eh ketemu tulisan itu..hanya gimana kitanya toh…pernah ada temen ketika solat jum’at dia pakai blangkon yg biasa dipakai dalang pengganti kopiah, duduknya disof paling depan^-^..bnyak orang melihatnya sampai2 dibilang (” mas kejawen yach, koq pakai itu”)..kekhusyuan bukan hanya didalam mesjid ketika ingin solat..tetapi disaat berwudlu kita juga uda fokus berhadapan dengan ALLOH..thank’s mas blognya..sekedar share…hehehehe

  7. Mudah2n pemuda itu tidak sadar dengan pakaian yang dikenakannya adalah sangat tidak sopan ketika mulai memasuki rumah suci Allah…

  8. hebat ya !
    yeahdi
    seandainya semua remaja di indonesia sadar akan tuhannya , mungkin indonesia akan menjadi negara yang maju ya !

  9. Itulah orang sekarang, yang penting bisa menutup aurat. Dari pada bajunya bersih tapi ga pernah beribadah… Kan baikan yg ini…

  10. yup setuju banget,,jangan lihat orang dari luarnya saja..belum tentu dari luar seorang yang keliatane alim akan masuk surga dibandingkan ma orang yang keliatane dari luar urakan,,makanya dalam islam dikenal kalo kita harus selalu khusnudhon(berbaik sangka) kepada orang lain,,sperti yang kita lihat di di jakarta, walaupun ada peraturan daerah tidak boleh memberikan uang kepada pengemis, tapi tetap saja masih ada yang memberiakn shodaqoh,,karena orang indonesia selalu berbaik sangka terus!!ntah itu pengemisnya miskin atau kaya, beneran atau pura2 memelas!!kita pasti berbaik sngka kalo itu bener2 pengemis yang masi membutuhkan makan dan duit..

  11. ralat dikit aja

    don’t judge a book by ITS cover

    ************************
    kalipaksi menjawab: “terima kasih atas koreksinya…”

  12. Pas keluar rumah menggunakan baju tersebut, pas tiba waktu sholat gak sempat pulang ke rumah, jadinya sholat dengan tetap menggunakan baju tersebut dah :-).

  13. salam.
    datang berkunjung dalam rangka inspeksi mendadak…

    nice post bro…

    tidak semua yang kita liat itu benar, coba liat sesuatu lebih dekat. Jangan dari jauh lalu langsung bikin kesimpulan….

    lihat, dengar, dan rasakan
    **********************

    kalipaksi menjawab:
    thanks, bro.

  14. Salam dari bandung
    apa dia berani berpakain seperti itu kalau bertemu sby – jk, saya yakin pasti di usir, manusia memang susah membedakan mana Tuhan mana hantu,

    http://esaifoto.wordpress.com
    ***********************

    kalipaksi menjawab:
    Salam juga dari jakarta/depok.

    Jika mas berbaju hitam itu masuk istana pake baju itu ya pasti diusir dong. Namun, saya cuma ingin imbuh saran satu hal: “konon Tuhan lebih egaliter dari manusia manapun yang pernah hidup di muka bumi. benar atau tak, wallahu a’lam bi al-shawab”

  15. hmm,, keren-keren bro..

  16. Allah mencintai orang yang bersih lahir dan bathin.
    untuk melaksanakan sholat Rasulullah diperintahkan agar membersihkan diri dan tempat sholat.pakaian kotor, hati bersih, ibadah kurang sempurna., bahkan bisa tidak diterima .lahiriah bersih, hati kotor = munafik. memang umat islam saat ini banyak yang belum memahami agamanya sehingga banyak kerancuan-kerancuan terjadi. Semoga Allah membimbing dan meunjuki pemuda itu untuk menyempurnakan ibadahnya, seperti salah satu do’a setelah sholat yang sering kita baca,” ya Allah tolonglah kami agar senantiasa berdzikir (mengingat) Engkau, bersyukur kepada-Mu dan memperbagus (menyempurnakan)ibadah kepada-Mu…..”

    Mas Sofwan ini Foto memberikan kesadaran bagi kita agar senantiasa menyempurnakan kebaikan kita, salut.

  17. coba pake bahasa Indonesia tuh baju, terlahir untuk nge-rock ( atau pake rok ? ), mabok dan ngel*c*r, pasti yang pake bakal malu abis, apalagi dipake sholat, menurut saya tuh orang bodo kali, kagak ngarti bahasa Ingrris, maen pake aza, kayak gak ada baju lain. Ingat lho apa yang kita pakai mencerminkan diri kita, jadi hati-hati dalam berpenampilan.

  18. Saya pernah lihat juga ada yg sholat jumat memakai kaos yg ada tulisan “IBLIS” di bagian belakang.
    Ini kejadiannya di bdg jg. Mgkn maksudnya lucu2an, tapi sy kira ini adalah tindakan yg diharamkan. Shalat itu ada adab dan ilmunya, tidak hanya menutup aurat, tapi bajunya yg bagus, rapih. Sebaiknya di bagian belakang tidak ada gambar atau tulisan yg menggangu kekhusuan jemaah yg berada di belakang. Apalagi kalo yg seperti ini.

  19. Berikut saya nukilkan cuplikan tulisan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) dalam sebuah artikelnya:

    Jangankan menjadi Nabi: jadi manusia saja, siapa yang benar-benar lulus? Alangkah mengagumkan sahabat-sahabat yang gagah menyertakan kata Ulama, Kiai, Ustadz, Syekh, Maulana, di depan namanya. Yang tanpa hati ragu memakai surban di kepalanya, mengenakan jubah semampir pundaknya, terlebih lagi rangkaian butir tasbih di jari-jemarinya. Apakah beliau sangat meyakini diri, ataukah setiap kali perlu meyakin-yakinkan diri.

  20. Saia yang notabene punya (baca: diberi) beberapa baju bagus untuk menghadap Allah, malah shalatnya belum selalu tepat waktu. Belajar memperbaiki diri.
    Jadi malu sendiri =(

    Salam,
    rayyahidayat.

  21. mungkin dia gak tau apa yang tertulis dibajunya, biasalah masih banyak orang indonesia yang cuma ikut2an, sering terlihat orang yang di pakainnya ada logo2 seperti logo nazi, komunis, atau tulisan2 yang mangandung konotasi tidak baik bila dipahami, jadi kita maklumi saja saudara kita itu,…salam kenal ya mas, tulisannya keren2…

  22. Hahaha keren bisa dapet momen kayak gitu, salam kenal mas, mungkin juga yg make ga tau artinya tuh tulisan.

  23. Lu tuh bisa aja…tp siip…creatve,dpt momen nya….jeli jg hehhe

  24. nga terlalu perduli dengan baju …..mudah-mudahan aja dia khusu …mas apa seseorang yang masih akrap dengan maksiat dosa ngefuck mabok dll apa masih berhak untuk sholat ……. trus kalo orang bermaksiaT NGAK BOLEH SHOLAT APA DA JALAN UNTUK TOBAT……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: