30 Komentar

Gus Dur Akhirnya Buka Suara Tentang Al-Zaytun?

Salam perdamaian.

Lama sudah saya tak menulis di ruang blog ini.  Beberapa bulan terakhir ini saya memang sedang disibukkan oleh aktivitas Ahadpoint Communications, sebuah perusahaan konsultan media yang saya gerakkan bersama beberapa teman.

wordpress

Namun, entah mengapa, saya tiba-tiba terusik dengan sms sebuah teman yang menginformasikan tentang sebuah posting di blog: nii-crisis centre, berupa wawancara lembaga pengelola blog-site tersebut dengan Gus Dur. Dan, benar saja, keterusikan itu semakin menjadi-jadi. Ada dua pertanyaan besar, yang kemudian segera menggelayut di kepala ini.

Pertama, apakah wawancara itu benar adanya: pernah dilakukan, dengan narasumber Gus Dur? (Jika benar: mengapa tidak ditampilkan foto suasana wawancara tersebut?)

Kedua, jika memang benar: mengapa banyak sekali pernyataan Gus Dur yang terkesan tidak akurat. Sungguh, saya adalah salah seorang anak negeri yang menaruh hormat besar kepada Gus Dur. Terlepas dari begitu banyak kontroversi pernyataan dari beliau.

Mengapa saya terusik??

Sebagai informasi, saya pernah berkiprah bersama para tokoh komunitas pergerakan Al-Zaytun. Pernah memiliki kedekatan dengan Syaykh A.S.Panji Gumilang, para eksponen di pesantren itu hingga putra-putri Syaykh Abdus Salam Panji Gumilang. Meskipun akhirnya saya memutuskan untuk berpisah dengan komunitas pergerakan itu dengan multi-alasan, tapi pernyataan Gus Dur bahwa Ma’had Al-Zaytun (MAZ) adalah milik Soeharto jelas tidak benar adanya.

Pesantren seluas 1.700-an hektar itu, jelas bukan milik Soeharto. Pesantren ini dibangun oleh jamaah DI/TII (baca: NII) faksi A.S. Panji Gumilang, dengan dana operasional yang dikumpulkan melalui metode yang sangat intensif. Terlepas dari metode ini dipemasalahkan oleh banyak orang, yang jelas, Pak Harto (Cendana) bukan pemilik MAZ. Jika pun ada sejumput dana yang mengalir dari Cendana, hanya sekitar Rp5 miliar (saya kutip ini dari sumber terpercaya) sebagai sadaqah pembangunan Gedung Pembelajaran H.M. Soeharto, yang total biayanya mencapai Rp40-an miliar.

Kemudian, jika pada tahun 2002-2003, Cendana mengirim sejumlah sapi jenis Brangus (Brahman-Angus) untuk peternakan Al-Zaytun, itu pun tidak terlalu signifikan dengan jumlah sapi yang sebelumnya sudah dikelola oleh peternakan Al-Zaytun.

Namun, saya sepakat jika kemudian Gus Dur berbicara tentang ketidakpantasan penghargaan (reward) terhadap para karyawan di MAZ. Betul, bahwa para pegawai dan tenaga pengajar di pesantren itu 98% di antaranya merupakan jamaah NII faksi Al-Zaytun, yang mendedikasikan hidupnya untuk sebuah misi perjuangan. Namun, amat tidak layak jika pengorbanan itu membuat mereka menjadi jatuh miskin–sementara banyak oknum elite yang grafik pundi-pundi rupiahnya terus menanjak naik.

Sebenarnya, masih banyak hal yang harus dituliskan dalam jurnal ini. Tapi, saya masih ingin menunggu momen yang tepat untuk itu.

Baca Juga:

Iklan

30 comments on “Gus Dur Akhirnya Buka Suara Tentang Al-Zaytun?

  1. Ayo, Mas Sofwan, segera ditelusuri dan dituliskan yang banyak itu. Mas kan dah tergolong ahli di dunia jurnalistik ini, jadi “panggilan” untuk mengungkapkan semua perihal ini menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan orang awam sepertiku (beneran, bukan sok ngaku2). Aku baca wawancara gus dur itu di situsnya (atau situs nu-online, agak lupa persisnya) sehingga kemungkinan wawancara itu benar adanya.
    Aku sendiri gak begitu mempermasalahkan soal sistem penggalangan dana itu atau sistem pendidikan di MAZ. Itu semua bisa dilakukan dengan sistem apa pun yang bisa membuahkan hasil luar biasa tanpa harus ada landasan fikihnya (bisa murni duniawi, barangkali).
    Aku hanya menghendaki sebentuk keterbukaan dan keadilan saja dari “sistem MAZ” sehingga para ujung tombak mereka tidak terus bersembunyi dalam kemisteriusan yang memutuskan “tali silaturahmi yang sehat dengan keluarga” dan mereka pun tidak terzalimi secara moril dan materiil. Adik perempuanku dan suaminya kini ada di Indramayu (MAZ, meski tidak mereka ungkapkan terang2an). Kami masih bisa bertemu minimal saat Lebaran, tapi tetap terasa ada yang hilang. Komunikasi minimal ini pun tersisa hanya karena kami (keluarganya) tetap bersifat “menerima”, tidak konfrontatif.
    Jadi, menurutku, yang masih harus dijadikan landasan dalam mengungkap (dan memulihkan kalau bisa) “huru-hara MAZ” ini adalah bahwa “kebencian (dan kedekatan) kita terhadap ‘suatu kaum’ tidak boleh menghalangi kita untuk berbuat adil”. Demikian dulu Mas. Salam awami.

  2. awal yang menarek …

    semoga tidak menarek bejtak ..

    🙂

  3. liat kedepan

  4. Sepertinya, Syekh Al-Zaytun tidak pernah belajar kemenangan kaum sosialis di Amerika Latin, sejak awal tahun 90′ an mereka meninggalkan perlawanan bawah tanah dan beralih ke bidang politik praktis.

    Sebagai bos NII-MAZ, sepertinya ia selalu aja ketinggalan moment dan tidak bisa membaca kedepan, sekrg seperti kebakaran jenggot, btw apa yang GD jelaskan tentang tindakan tidak manusia thd karyawan di MAZ benar adanya, tak lebih seperti kelas pekerja di Zaman Stalin atau Mao Tze Dong, pesan saya buat para bos di NII-MAZ: REVOLUTIONARY IS LOVE HUMANITY,JUSTICE AND TRUTH , slogan ini sudah dibuktikan oleh Che Guevara ketika memenangkan dan membebaskan Amerika Latin dari cengkeraman imperialisme seperti jaman jahiliyiah

  5. saya jadi penasaran dengan al zaytun. Seperti apa sih metode perjuangannya?. Mohon dituliskan sebagai pencerahan kita semua.

  6. Perjuangan mereka sangat gigih karena dibubuhi ruh jihad untuk membangun kehidupan yang bermakna bukan hanya untuk dirinya namun lingkungan. Mereka yang berkecimpung dalam perjuangan sangat mengharapkan kehidupan generasi masa depan jauh lebih baik dari sekarang….

  7. sebagai sesama umat islam merupakan sebuah karunia manakala ada sebahagian umat islam yang begitu gigih dalam memperjuangkan(jihad) si`ar islm tanpa pamrih dan sudah seharusnya sebahagian yang lain turut andil walaupun tidak berada di dalamnya. Janganlah sebagai sesama umat islam saling mencela, menghujat atau memfitnah marilah sama-sama kita perjuangkan penegakan Qur`an walaupun dengan jalannya masing-masing yang kemudian pada saatnya nanti mana yang mencapai tujuan sesuai Qur`an itulah yang harus di akui dan sama-sama kita laksanakan sehingga tidak terpecah belah seperti hari ini…

  8. waduh berpanjang lebar tentang al zaytun saya sebagai alumni sana sudah 6 tahun saya hidup di sana……

    saya bingung kenapa orang-orang diluar membicarakan knapa NII lah dan yang lainnya mengapa kita tidak pernah melihat hal hal yang positif dari zaytun, saya dapat pelajari dari sana ialah rasa cinta yang besar terhadap bangsa indonesia di mana kita diajarkan untuk menjadi seorang yang bisa diandalkan oleh bangsa indonesia ini, di setiap pidato syeh yang saya dengarkan disana kata kata yang paling sering di ugkapkan adalah “mari bangun bangsa indonesia ini” mungkin kawan2 yang baca juga perlu tahu bahwa bendera merah putih di al zaytun tidak pernah diturunkan!!! mengapa?? kita menghargai apa syair dari lagu nasional berkibarlah benderaku “siapa yang berani menurunkan engkau serentak rakyat mu membela” apa perlu lagi alzaytun di sebut2 NII padahal rasa nasionalisme disana sangat kental…..terima kasih.

  9. ayo dukung

  10. wahh..
    semangat terus untuk zaytun.,
    gag usah terpengaruh semuanya..

  11. Kita liat aja nanti siapa yang benar dan siapa yang dusta…! gitu aja kok repot…

  12. islam jgn sampai terpecah belah,..hilangkan rasa curiga,.yg penting kita sendiri sudahkan mengerjakan sholat 5 waktu?

  13. Kami sedang berjuang…dan itu nggak indah terlihat secara kasat mata tapi indah secara batiniah..
    Aneh terasa bagiku berkorban dalam perjuangan tapi kaya secara lahiriah/fisik/pribadi.
    Kerusakan alam semakin parah dan semakin cepat kami punya konsep untuk memperbaiki itu tentunya dengan program yang besar dan cepat juga utk mengimbanginya. Dan patut disadari bahwa potensi kami 99% kaum dhuafa ilmu dan dhuafa harta. Sehingga ketika program yang besar itu berjalan banyak yang tidak percaya diri dan apa adanya dalam tugasnya. semua tanggung jawab kembali ke pimpinan yang menanggung. dan wajar jadi tambah miskin. karena orang2 yang mampu dan pintarpun masih hubud dunya. dan rekrutan barupun tidak sesuai target. kemana lagi kami taruh muka kepda Allah atas Amanah ini. Tapi semua adalah proses dan futuhpun tetap merupakan awal dari proses. horlisthorlist

  14. saya bangga punya al zaytun.

  15. Biasa aja kale……!
    gw aj yg udh 6 taon di sana ga’ ngerasa ada yg sesat.
    malah gw lebih bisa mencintai indonesiaku ini 😉

    kalipaksi says:
    wah, berarti kita pernah ketemu dong ya… penulis artikel ini 14 tahun ikut bergeliat bersama komunitasnya Syaykh Panji Gumilang, sehingga akhirnya tahun 2000 hingga 2005 bertugas di sana.
    Oh ya, ini eksponen beneran apa gadungan ya…? Hehehehe.
    Tapi sepertinya bukan Eksponen 2005.
    Piss…my brother. Salam.

  16. Tatkala badai pergunjingan manusia mkn besar,peperangn semakin menjadi2,bencana alam kian sering menyapa kita.Se yogyanya qt sebagai umat islam harus semakin kokoh n kuat tuk bersatu…

  17. kawanku bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, kenapa hari ini masih ada oknum manusia yang tidak menghargai karya anak bangsa mencintai sekaligus menghargai karya yang indah dan menakjubkan yakni MAHAD ALRIYADOH AL FIKROH YAKNI MAHAD AL ZAYTUN W H Y ? al zaytun dibangun dengan cucuran keringat,darah dan air mata para pendahulu kita yang menancapkan semangat revolusioner dan moderat mengajak kembali umat islam ke jalur yang haq yakni berjuang dengan pendidikan dan ekonomi yang akan membawa perubahan yang berarti bagi masa depan indonesia yang tercinta karena bangsa kita masih mencari identitas yang masih samar dan belum jelas tentang dasar dan fondasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang didambakan oleh umat islam bangsa indonesia,SELMAT BERJUANG ALZAYTUN SEMOAGA TUHAN YME MEMBERKAHI SAMPAI BERTEMU DI 2014

  18. tiga kali puasa .. tiga kali lebaran ..

    anakmu .. anakmuu …

    panggil-panggil namamu ..

    bang thoyib … bang thoyib

    salam,
    http://niikw9.blogspot.com/2010/04/mengapa-futuh-selalu-ditunda.html

  19. Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yg saleh & ia dlm keadaan beriman, maka ia tdk khawatirakan perlakuan yg tdk adil (terhadapnya) & tdk (pula) akan pengurangan haknya. Alqur”an (20:112)

  20. Selamat datang, di Pusat Rehabilitasi Korban Teroris kepada Bapak atau Ibu yang mengetahui anaknya mengikuti kegiatan Gerombolan Teroris NII NKA KW9 (Indonesia) atau Gerakan Pemuda Kahfi (Malaysia). Website ini ada untuk membantu Bapak atau Ibu menyadarkan dari kegiatan Gerombolan Teroris tersebut.
    Caranya mudah dan bisa dipraktekkan secara langsung, cukup baca satu atau dua tulisan saja, maka Bapak dan Ibu sudah bisa menyimpulkan motif apa dibalik Gerombolan Teroris NII NKA KW 9 atau Pemuda Kahfi dan langkah-langkah apa yang harus segera dilakukan untuk menyadarkannya.
    Bila membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di :
    Telpon / SMS : +62 8132 8484 289
    E-mail : bahtiar@gmail.com
    Identitas Bapak Ibu kami rahasiakan, karena kami juga pernah mengalami hal demikian.

  21. ??????????????????

  22. Assalamuallaikum

    Selamat berjuang untuk mendi2k para generasi penerus bangsa Indonesia,,mencetak anak2 bangsa demi kemajuan negara,,tetap berjuang Mahad Al Zaytun,,,,,

    All the best

  23. is the best buat al-zayun,saya bangga bisa menjadi alumni al-zaytun

  24. i love al zaytun

  25. hai manusia mari sama2 qta berprasangka yg baik sesama manusia, itu jauh lebih mulya dari pada qta saling curiga

  26. Anak saya sekolah disana dan saya tidak melihat perubahan yang menyesatkan pada bahkan saya BANGGA sekali lagi BANGGA dapat menyekolahkan anak saya diasana di Pondok Pesantren milik Umat Islam Bangsa Indonesia Mahad Tercinta Al-Zaytun….Ayo semangat anaku lawan semua hujatan dengan KARYA NYATA…..

  27. Coba itu yg menghujat sudah punya karya yg bermanfaat blm utk indonesia ???

  28. klo menghujat sekarang ada hukum nya loh apalagi mencemarkan nama baik hati hati undang undang IT akan menjerat orang yg menghujat

  29. Alzaytun maju terus bangun indonesia!! Orang2 hanya bisanya menghujat tapi buktinya ga ada bagaikan katak dalam tempurung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: