5 Komentar

Pelat Nomor Polisi “Pretend To Be”

ist2_430707_police.jpg

Sebuah mobil Opel Blazer meluncur dengan kecepatan cukup tinggi. Tiba-tiba memutar di sebuah putaran, yang sebenarnya terpampang rambu dilarang berputar. Mobil Opel Blazer itu bernomor polisi B 8xxx BP. Teman saya bertaruh, bahwa mobil itu tidak akan distop Polantas yang berdiri di perempatan tidak jauh dari putaran itu. Alasannya, nomor plat mobil itu B xxxx BP. Tapi saya yakin, ia bakal distop. Kenapa? Pelat nomor B xxxx BP sudah bukan lagi nomor “keramat” milik perwira Polri. Apalagi, Mr. Polantas pun sudah tahu jika pelat nomor B 8xxx BP itu bukan nomor kendaraan dinas milik Polri, sebab hanya yang berawalan B 1xxx BP dan B 2 xxx BP saja yang benar-benar kendaraan perwira Polri. “Tuh liat, kepalanya angka 8, bukan 1 atau 2,” jelas saya berargumen. Benar saja, mobil itu distop.

Priiiiiiitttttt. Selamat malam, Pak. Mohon SIM dan STNK,” tanya Mr. Polantas.

Cerita tadi hanyalah sebuah pengantar dari topik ulasan di jurnal ini tentang mental “Pretend To Be” yang masih banyak dijumpai di sekitar kita. Pretend to be itu maknanya ya seolah-olah.  Bohong-bohongan. Ethok-ethok, dalam bahasa Jawa-nya. Dan, biasanya, sikap itu untuk keselamatan dan keuntungan pribadi.

Termasuk, di antaranya, ketika banyak orang berduit dan berkoneksi membeli pelat nomor B xxxx BP tadi. Termasuk mantan bos saya. Bahkan, kami pernah dikawal mobil patroli sewaktu hendak menghadiri pesta khitanan anak seorang Kapolres di Pantura. Memang, dari ribuan mobil yang berseliweran di Jakarta, sedikit di antaranya berplat nomor khusus, yang hanya berhak digunakan oleh individu tertentu.

  • B xxxx BS, bagi pejabat sipil (BS = Bantuan Setneg)
  • B xxxx BD, bagi pejabat militer Angkatan Darat (BD = Bantuan Darat)
  • B xxxx BL, bagi pejabat militer Angkatan Laut (BL = Bantuan Laut)
  • B xxxx BP, bagi pejabat/perwira Polri  (BP = Bantuan Polisi)
  • Dan beberapa nomor bernomor khusus yang menjadi nomor pejabat intelijen.

Mungkin, karena sudah banyak diperjualbelikan sehingga banyak orang ber-pretend to be as a police officer, pihak Polri merasa perlu mengganti nomor khusus tersebut. Sekarang kedudukan plat nomor B xxxx BP (harus selalu empat nomor) sudah digantikan oleh:

  • B xxxx BH
  • B xxxx QH
  • B xxxx QZ

So, sekarang, Mr. Polantas lebih pede jika ingin menangkap mobil-mobil bernomor polisi B xxxx BP jika melanggar ketentuan lalu lintas. Apalagi B xxxx BP ethok-ethok.

Yah
, mudah-mudahan, dengan perubahan ini tidak terjadi lagi jual beli pelat nomor khusus itu. Tapi, siapa yang bisa menjamin? 

Iklan

5 comments on “Pelat Nomor Polisi “Pretend To Be”

  1. Iya tuh tetangga gua ada juga yg punya sedan plat nomornya B 8xxx BH tapi dia belinya bekas, mungkin dia merasa hebat manfaatin ketidaktahuan tetangga gua yang lain, makannya dia petantang petenteng katanya sih dia belinya sama anaknya mantan jendral, supirnya juga ngomong begitu… gua kasih tau aja kalo itu nomornya beli dari tangan pertama kalo yang asli itu depannya B 1xxxx Bx tapi tetep aja dia ngeyel yaa…namanya supir pasti ngikutin aja apa kata bosnya kalo kagak maaah pasti diipecat kali..kebetulan bosnya agak sombong…lhah si bosnya cerita ke gua ya gua manggut manggut aja dia cerita sama orang yang salah soalnya gua berpengalaman banget di bidang itu, gua tahu banget masalah dokumen2 kaya gitu

  2. kalau plat nomer polisi B 1461 plat nomer dinas apa?

  3. Wah, kurang tau ya, Pak. Itu plat nomor dinas apa? Clue-lain ada nggak?

  4. clue lainnya cuma tidak ada sama sekali 2 huruf belakangnya saja pak.

  5. Hari gini duit yg bicara.. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: