38 Komentar

Buddha = Zulkifli??

Saya terhenyak, ketika berdiskusi dengan seorang penggiat pluralisme sampai kepada topik:  Siddharta Buddha Gautama, “Seorang Nabi-kah ia?”

Pernah mendengar nama Nabi Zulkifli? Menurut teman diskusi saya, dalam konteks lughah al-arabiyah, kata “dzu” punya makna “orang atau fulan”, sedangkan kata “kifli” yang multitafsir itu, salah satunya dinisbatkan pada sebagai nama tempat bernama Kapilawastu. Dalam bahasa Arab, Kapilawastu disinonimkan dengan kata “kifli”.

“Jadi, Siddhartha itu Zulkifli?”  Wallahu ‘alam bi al-shawab karena segalanya masih multitafsir.

***

buddha18.jpg

SIDDHARTHA berjalan jauh, menembus hutan, mengarungi sungai, mengembara ke desa dan kota-kota. Tapi ia tetap gelisah. Hatinya tak kunjung tentram.

Ia telah menanggalkan istana dan kebrahmanaannya, dalam usia belum genap 20. Meninggalkan ibu dan ayah yang sangat mencintainya. Ia bersalin rupa menjadi samana, bersama Govinda, teman yang mengasihinya lebih dari siapapun. Siddhartha membiarkan diri dibakar terik, cuma bercawat, bercambang dan gondrong, berpuasa, mematikan rasa. Tapi jawaban yang ia cari—tentang peran manusia dan dunia—selalu luput.

Dalam novel pendek Hermann Hesse berjudul “Siddharta” (1877-1962) yang terbit pada 1920 lalu dibuat versi filmnya pada 1972 ini, Siddhartha kemudian meninggalkan lakunya sebagai samana, setelah tiga tahun. Meninggalkan Govinda yang memilih menjadi murid Buddha Gotama. Siddhartha tidak. Dari orang suci itu pun anak tampan ini tak mendapatkan ketenangan dan jawaban yang memuaskan.

Ia pergi ke kota, bertemu Kamala dan Kamaswami. Kepada Kamala, pelacur yang sangat cantik dan cerdas itu, ia belajar main cinta. Kepada Kamaswami ia belajar berniaga. Siddhartha pun hidup praktis dengan kekayaan, dengan perempuan cantik yang kian lama kian jatuh hati kepadanya, dengan kekuasaan karena hartanya. Tapi Siddhartha tetap kecewa.

Ia pun kembali ke hutan. Bukan menemui Govinda, Buddha, atau kembali menjadi samana. Siddhartha menemui Vasudeva, tukang perahu udik yang dulu menyebrangkannya ketika akan ke kota. Ia terpesona oleh cara hidup Vasudeva yang sederhana tapi luhur budi. Bersama Vasudeva inilah, Siddhartha belajar kepada alam, membuka indra kepada lingkungan. Ia belajar bahasa sungai, karena dari ricik dan arus tenangnya, begitu katanya kepada Vasudeva, “Kita bisa mendengar pelbagai jenis suara, suara raja, orang hina, musafir…”

Tapi di desa inilah, Siddhartha payah sebagai ayah. Ia tak bisa mendidik anaknya ketika Kamala menyerahkan bayi mereka itu sebelum meninggal. Anak yang sama tampannya itu pun membangkang, menghancurkan perahu, dan kabur dari gubuk Siddhartha—bertolak belakang dengan apa yang ia lakukan dulu ketika meminta izin menjadi samana kepada ayahnya. Siddhartha pun terpukul dan sedih, dalam usia tua.

Saat ia tertidur di bawah pohon, Govinda menemuinya. Kedua teman masa kanak itu pun berangkulan. Siddhartha meminta Govinda mencium jidatnya. Saat itulah, Siddhartha berkata, “Sekarang aku tahu, Govinda, temanku… Kebijaksanaan tak bisa dikomunikasikan. Kebijaksanaan dan hidup hanya bisa diserap dengan bergumul bersamanya.” Inilah perkataan Siddhartha yang sangat terkenal dari novel ini, yang ditulis Hesse dengan liris dan terasa berusaha mengharukan.

Pertemuan itu menjadi simbol pertautan antara Siddhartha yang menemukan kesunyataan di luar ajaran, dengan Govinda yang hidup dalam ajaran. Saat mencium itu, Govinda melihat “ribuan wajah, timbulan tenggelam, hilang-nyata silih berganti… kerut wajah bayi yang masih merah, kerut wajah Siddhartha.” Pertemuan itu menjadi puncak dan simpul hidup Siddhartha. Selanjutnya, Siddhartha pun menjelma menjadi simbol Buddha, sebuah jalan spiritual yang diyakini oleh ratusan juta manusia di bumi ini.

***

Resapi kisah Siddhartha tadi. Dalam nomenklatur aqidah Islam, Nabi didefinisikan sebagai “siapapun makhluk Tuhan yang menerima wahyu Ilahi”. Wahyu punya konotasi pesan transenden dari sang Ilahi untuk disampaikan kepada segenap umat manusia, melalui perantaraan si penerima pesan. Pertanyaannya, wahyukah yang diterima Siddhartha?

Jika menilik sifatnya, wahyu selalu bermuatan universalitas yang berisikan visi Ilahi tentang bagaimana semestinya tercipta sebuah harmonisasi kehidupan. Nah, jika menilik pada sifatnya yang semacam itu, maka pesan spiritual yang diterima Siddharta merupakan pesan ilahi. Sayangnya, tidak banyak muslim dan penganut agama samawi yang mau mengakui klaim ini. Di mata mereka, kata samawi yang bermakna “dari langit” –kemudian dibumbui dengan dikotomi agama samawi dan bukan samawi – maka seolah-olah pesan yang diterima Siddhartha bukan datang dari langit. Ya sudah, biarkan saja perbedaan pendapat itu bergulir hingga akhir zaman kelak.

Ups, sebelum ditutup, teman diskusi saya kemudian membuat pertanyaan yang cukup efektif membuat saya sulit tidur. “Kamu pernah dengar Nabi Zulkifli?”

“Tentu saja,” jawab saya. Nama itu sangat familiar. Nah, lanjut teman saya, dalam konteks lughah al-arabiyah, kata “dzu” punya makna “orang atau fulan”, sedangkan kata “kifli” yang multitafsir itu, salah satunya dinisbatkan pada sebagai nama tempat bernama Kapilawastu. Dalam bahasa Arab, Kapilawastu disinonimkan dengan kata “kifli”.

“Jadi, Siddhartha itu Zulkifli,” pikir saya semalam hingga pukul 02.00 dinihari. Jika begitu, seorang Nabi-kah ia? Wallahu ‘alam bi al-shawab karena segalanya masih multitafsir.


Iklan

38 comments on “Buddha = Zulkifli??

  1. Sangat mungkin mas. Nabi Semitik sangat terikat dengan lingkaran Ibrahim. Saya ingin menelusuri info Anda lebih jauh….salam

  2. itu cerita bukan siddharta yang akan menjadi Buddha(dalam agama Buddha)
    .itu cerita yang salah alamat. Buddha yang sebenernya adalah guru yang mengajarkan tentang realita kehidupan, dan jalan menuju kebahagiaan sejati. bukan Nabi

  3. sebelum terlahir menjadi Buddha, beliau pernah terlahir sebagai hampir semua mahluk baik manusia binatang maupun tumbuh- tumbuhan… ga percaya, pelajari aja riwayat hidup Sang Buddha…dan pelajari secara singkat agama Buddha…
    **************

    kalipaksi:
    Terima kasih atas informasinya.

  4. bisa saja, tugasya para arkeolog ,,menelitinya.. slam yah…
    *********************

    kalipaksi:
    1// Menurut Abu’l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yg dikenal sbg guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli, yg dlm Al-Quran disebut sbg Nabi yg mempunyai tingkat kesabaran yg tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti “orang yg berasal dari Kifl”. Sedangkan Kifl itu sendiri, masih menurut Kalam Azad, merupakan nama Arab utk Kapila (singkatan dari Kapilavastu).

    2// Buddha Maitreya yg dikenal dlm agama Buddha sbg “Buddha yg akan datang” menurut beberapa analisa tidak lain adalah Nabi Muhammad. Dalam kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76 bisa ditemui: “There will arise in the world a Buddha named Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe“.

  5. marilah kita mencari sisi positif dari hal ini…

  6. [Dalam nomenklatur aqidah Islam, Nabi didefinisikan sebagai “siapapun makhluk Tuhan yang menerima wahyu Ilahi”]
    Boleh tahu nomenklaturnya? Khususnya yang menyatakan “siapapun makhluk Tuhan”, karena itu bisa berarti siapa saja dan apa saja? Bahkan selain manusia.
    Selain, semua nabi Allah itu (yang kata Nabi Muhammad ada ratusan ribu orang) tentu punya inti wahyu yang sama dari Allah, yaitu tentang keesaan Allah. Nah, dilihat saja apakah ajaran Budha seperti itu. Setahu saya semua penganut Budha menganggap Budha adalah tuhannya.
    *******************

    kalipaksi:
    Yth “bumibulat”, maaf, saya hanya menyampaikan analisis kawan saya itu. Beliau menyebutkan dua contoh redaksi ayat dalam al-Qur’an, sbb:
    1. wa awhayna ila ummi musa an ardhi’ihi fa idza khifti ‘alaihi, fa alqihi fi al-yamm (telah Kami wahyukan kepada ibu Musa; susukanlah dia, dan apabila kamu khawatir kepadanya maka lemparkanlah ia ke dalam sungai (Nil). Penjelasan untuk menjelaskan bahwa Tuhan pun memberi wahyu kepada ibu Nabi Musa, yang berjender perempuan. Kata wahyu diambil dari kata “awhayna“.

    2. Wa awha rabbuka ila al-nahli anittahidziy mina’l-jibali buyutan wa mina’s-syajari wa mimma ya‘risyun. pada QS An-Nahl: 68, yang ditermahkan: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”

    Memang, nomenklatur ini masih multitafsir dan multidebat. Tapi, sungguh, lebih baik perbedaan pendapat ini menjadi bahan renungan, Bukan, bahan perdebatan yang pada akhirnya bermuara pada perselisihan.

  7. hhmm…
    cerita bisa aja dibuat-buat

  8. info yang bagus nih mas
    yeadhi

  9. tapi mgkin aja bner, habis kata tmen saya tuhannya dia itu pnya tuhan juga ..

  10. siapapun dia itu berdasarkan keyakinan kita…..

  11. apa pun itu yang penting hidup damai…
    dan yakin tuhan itu ada.. ok.
    ***************

    kalipaksi:
    wah, prinsip hidup Anda sangat toleran.
    Salam

  12. Insya Allah, tak ada yang tak mungkin…

  13. setau gw semua nabi hidupnya di dataran arab, sdgkan buddha lahir di india. boleh memberikan ulasan tp jgn sampe menyesatkan.klo baca cerita yg ditulis tadi, jelas itu bukan cerita siddharta yg jadi buddha.
    **************

    kalipaksi:
    Karena itu, tulisan ini dibuat untuk menginformasikan dinamika pendapat tentang khazanah ilmu pengetahuan, termasuk di dalamnya tentang Buddha dan Zulkifli. Jadi, sama sekali tidak ada maksud untuk menyesatkan. Mohon dibaca baik-baik tulisan yang sebisa mungkin saya tulis secara santun.

    Mohon maaf, sebagian komentar anda saya edit, khawatir menyinggung perasaan umat Buddha. Jika anda muslim, tidak sepantasnya menuliskan kalimat merendahkan semacam itu sebab baginda Rasulullah SAW mengajarkan sopan santun terhadap sesama insan makhluk Tuhan.

  14. Dalam pelajaran sejarah waktu sekolah dulu dan riwayat hidup Buddha yg diyakini oleh umatnya, Siddharta memiliki arti yang tercapai cita2nya. Buddha artinya yang tercerahkan.

    Buddha tidak sama dengan Tuhan,dan Buddha bukanlah Tuhan. Jika orang kapilawastu diterjemahkan sebagai Siddharta, rasanya tidak pas. Kapilawastu adalah nama lokasi kerajaan itu berada. Orang kapilawastu bisa saja tukang kayu,pelayan istana,dll yg tinggal di kapilawastu.

    Buddha sendiri dalam sejarah dikenal sebagai Buddha Gotama yang menunjukkan bahwa ia dari suku Gotama.

    Mengenai Buddha masa depan, dalam kitab itu terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi2 dunia yang akan terjadi sebelum Buddha Maitreya ada dengan salah satu kondisi adalah ajaran Buddha Gotama sudah tidak dikenal lagi. Kondisi tsb belum terjadi, jadi jika berdasarkan kitab, Buddha Maitreya belum ada.

    Saat ini terdengar ada aliran Buddha Maitreya, yang katanya mereka adalah sekumpulan orang yg berharap dapat bertemu Buddha Maitreya di masa depan.Ajaran yg dipercaya aliran tersebut saat ini kelihatannya gabungan ajaran Buddha Gotama,ajaran filsafat taoisme,ajaran filsafat konfusianisme.

    Berdasarkan hal tsb terlihat bahwa ajaran Buddha Maitreya belum ada karena Buddha Maitreya sendiri belum ada dan belum mengajar.
    **************************

    kalipaksi:
    Terima kasih atas urun pendapatnya. Pasti bermanfaat untuk siapapun yang membaca pendapat/komentar Anda.

    Salaam.

  15. wah baru tahu saya, bener apa gak nya hanya Allah yg tahu

  16. saya sering bermimpi ketemu budha ???

  17. Untuk informasinya saja : Kisah Sidharta dalam novel Hermann Hesse tidak menceritakan kehidupan sebenarnya (namanya novel, bukan biografi). Jika hanya sekadar fiksi, umat Budda tidak mempermasalahkannya asalkan orang mengerti bahwa Sidharta dalm novel tersebut bukanlah Sidharta Gautama.

    Namun, tampaknya tulisan ini mencoba memberi informasi bahwa fiksi Hesse merupakan kisah biografi. Untuk mengisahkan biografi, alangkah baiknya menggunakan sumber universal misalnya di wikipedia atau sumber yang otentik.
    Misalnya :
    http://en.wikipedia.org/wiki/Gautama_Buddha
    atau
    Old Path With Cloud by Master Thich NHat Hanh.
    FYI:
    1. Nama-nama dan watak serta identitas tokoh di novel sama sekali berbeda. Vasudeva seharusnya anak Raja yang bernama Yasodhara.
    2. Anaknya Rahula, tumbuhnya menjadi dewasa kemudian menjadi Arahat. Bukan mati di masa kanak-kanak.
    3. Kusirnya Channa, bukan Govinda. Govinda langsung pulang setelah mengantar Pangeran Sidharta ke hutan Uruvela.
    4. Sebagai anak raja, dia telah belajar astronomi, fisik, hukum, perdagangan, tata negara di masa kanak-kanak. Dia telah kaya. Masa dia berusaha berdagang untuk kaya? Masa’ dia belajar berdagang di luar? Setelah dia keluar dari istana, Sidharta Gautama melakukan pertapaan selama 6 tahun, yang akhirnya ia menemukan jalan tengah dalam praktik meditasinya. Maaf, meditasi bukan duduk diam dengan pikiran kosong, ini juga sering disalah artikan.

    Saya mohon konfirmasinya, itu bukan kisah Sidharta Gautama, tapi kisah Sidharta yang dinovelkan.
    ***************************************

    kalipaksi:
    terima atas konfirmasinya. sejatinya, kutipan cerita tentang novel itu merupakan sebuah informasi dengan semangat yang seiring dengan semangat cerita Buddha yang sesungguhnya.

    artikel ini tidak dalam kapasitas untuk menguji keshahihan benar atau tidaknya, tepat atau tidaknya cerita dalam novel. artikel ini hanya untuk mengumandangkan semangat kebersamaan di antara ummat Tuhan, yang kini berbeda-beda keyakinan dalam rangka menuju Tuhan (ilahi) bahwa sesungguhnya selalu ada benang merah di antara berbagai keyakinan Ketuhanan yang saat ini menjadi mainstream keyakinan spiritual penduduk dunia.

    Salam.

  18. Mungkin saja salah satu dari sekian banyak nabi yang tidak diceritakan kisahnya dalam Al-Qur’an. Bisa saja kasusnya seperti Nabi Isa yang ajarannya diselewengkan dan kisahnya dipalsukan.

    Tapi untuk kehati-hatian, kami hanya menerima yang pasti-pasti aja, yaitu nash-nash yang shahih.

  19. kalau tidak salah di buku the Da Vinci Code atau Angel and Demon, Dan Brown pernah menyitir perkataan Budha yang seolah-olah menihilkan Tuhan ‘Dan setiap kita adalah Tuhan’ pas baca kalimat itu yang terlintas di kepala saya justru kebalikannya. saya semakin yakin Budha adalah salah satu nabi. Perkataan Budha ‘Dan setiap kita adalah Tuhan’ adalah manifestasi diri beliau yang sedang dalam ekstase lebur dalam cahaya Tuhan, sehingga diri beliau adalah cerminan (manisfestasi) Tuhan (ada hadits qudsi yg menyebut jika Allah sudah menncintai seorang hamba, maka dengan mataNya hamba itu melihat, dengan tanganNya ia memegang, dengan kakiNya ia berjalan dst). Bagi saya perkataan Budha tersebut sama saja dengan perkataan Al-Hallaj ‘Ana Al-Haq’ atau perkataaan Syaikh Siti Jenar ‘Kawula manunggaling Gusti’ atau dzikirnya imam Ali ‘La ilaha Illa Ana’. Bedanya Imam Ali mampu menjelaskan dengan bahasa awam dzikirnya, sedangkan Al-Hallaj dan Syaikh Siti Jenar bener-bener terpesona dan tidak sadar sehingga tidak mampu menjelaskan apa yang ia rasakan (akibatnya dihukum mati).

  20. Tetapi anehnya murid Sidharta Gautama kalau ga salah pernah menanyakan “Apakah guru percaya adanya Tuhan?lalu Sidharta Gautama menjawab:Janganlah engkau mempertanyakan itu, tapi yg kita fikirkan adalah bagaimana caranya supaya kita mendapatkan kebahagian yg abadi di Dunia ini”.
    Dengan demikian saya rasa Beliau bukan seorang Nabi karena beliau hanya mengajarkan tentang duniawi yg sifatnya hanya sementara.

  21. Apakah Buddha ber-inkarnasi , umat Buddha percaya , tapi kenyataan-Nya Buddha tak pernah mengakui dirinya sebagai inkarnasi wisnu

  22. Mengapakah kalian semua bersusah-susah, mencari-cari makna perkataan dan persamaan antara Siddartha, Buddha, Nabi dan Tuhan? Bukankah Dia juga yang bilang untuk mengenalinya adalah untuk mengikuti ajarannya? Sama ada Siddartha wujud atau satu dongengan bukanlah soal pokok?

  23. Buddha’s Prophecy
    In the far future, foolish people would let Lord Buddha’s teachings, the Dhamma, be abused and destroyed by many religious cults by way of modifying Dhamma to fit their impure and lustful
    teachings. They would then announce that Lord Buddha’s teachings were part of their beliefs. Many people would misunderstand that Lord Buddha’s teachings and other beliefs were compatible, and therefore were the same. In fact those cults did not understand the value of Lord Buddha’s teachings at all. People like those would exist when Lord Buddha was gone in Nibbana. There would be so many cults claiming that they were the right religions.

  24. Apakah Buddha itu Nabi? Menurut tafsir Al Qasimy terhadap QS. At Tin Buddha adalah Nabi… Kebanyakan umat muslim hanya tau bahwa Nabi hanya ada 25 orang yang disebut secara jelas di Al Quran, padahal 25 orang itu adalah Nabi yang juga memperoleh predikat sebagai Rasul. Sedangkan Nabi yang bukan Rasul ada ribuan jumlahnya dan kita tidak tau sapa² saja dan di mana dia diturunkan (tidak semua Nabi turun di Arab) termasuk Sang Buddha.

    Pernah juga saya baca seorang pemuka Hindu mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah Kalki Avatar, avatar/inkarnasi terahir dari Visnu

  25. Assalamualaikum Wr Wb,,, Anne Punya Ulasan,,, Kenapa Cerita Ini Dibuat”, Nabi Yaa Nabi Buddha Yaa Buddha,Kalau Buddha Jadi Nabi Apa Kata Dunia,,,,????

  26. SesungguhNya Allah SWT Tidak Suka Bahwa KekasihNya(Muhammad SAW) Dirubah/Diganti Kepada Org Lain Contoh Si Musadek Majenun, Dya Mengaku Bahwa Dya Mnerima Suhuf Di Gunung Bogor,,, Anne Bingung Di Bogor Add Suhuf??? Add Juga Mah Tales Bogor,,, Jadi KesimpulanNya Adl Kita Sebagai Umat Manusia Tidak SepantasNya MenDuakan Allah Atau Pun KekasihNya,,,Wassalam

  27. FYI, ajaran semua Buddha adalah sama (dalam buddhisme, Buddha bukan hanya Buddha Gautama, coba dibaca2 :D), yaitu mengajarkan “4 Kesunyataan Mulia”. coba anda2 semua membandingkan sendiri tentang “4 Kesunyataan Mulia” dengan ajaran2 yg “mengklaim” 🙂

    kalau Buddha = Nabi Zulkifli, apakah ada kesamaan dalam ajaran? ataukah ada PERBEDAAN MENDASAR?
    contoh : Buddha tidak memperbolehkan PEMBUNUHAN terhadap mahluk hidup (manusia+HEWAN) apapun alasannya. soal makan daging, coba anda2 baca2 sumber2 terkait dengan makan daging dalam buddhisme… 😀
    sedikit bantuan, daging dapat dimakan oleh para bikkhu (dalam aliran Theravada) apabila memenuhi syarat2 tertentu (silahkan dibaca juga syarat2nya 🙂 ).

    saya diajar untuk mempertanggung jawabkan perkataan saya, walaupun itu berupa kutipan. karena kata2 orang pun bisa salah, dan apa jadinya bila saya mengutip suatu kesalahan sehingga membuat orang lain berpandangan salah?

    semoga bermanfaat 🙂

  28. Sang buddha adalah nabi, nabi adalah sang Buddha? apakah Muhammad itu Buddha?

  29. wah maturnuwun Buddha demikian agung dan terkenalnya hingga ada yg merasa perlu untuk mengklaimnya sbagai bagian dari keyakinan anda. dan saya sangat setuju dengan pendapat beholder, silakan pelajari lebih lanjut ^.^

  30. menurut sya yg mengajarkn kbaìkn pasti sang pencipta melalui hamba2 pilihanx trmksh infox

  31. bisa jadi zuklifli adalah buddha ,cuman banyak org yg ga prcaya

  32. Setau saya budha itu gelar kan? jadi budha ada banyak…nah budha yang pertama itu adalah nabi (mungkin Dzulkifli atau Idris atau siapa lah… Islam mengimani 25 Rasul, diluar itu diperkirakan ada 124.000 Nabi yang 313 diantaranya juga Rasul.
    Dengan dalil ” Semua ilmu yang bermanfaat dan benar datangnya dari Allah SWT” maka saya yakin diseluruh dunia ini pernah Allah SWT sebarkan Nabi dan Rasul-Nya, untuk apa? Untuk membimbing umat manusia yang tersesat yang telah menyekutukan Allah SWT dan untuk menyambut kedatangan Nabi akhir zaman, Muhammad SAW yang membawa ajaran Tauhid yang murni.
    Nabi dan Rasul yang disebar itu mengajarkan apa yang diwahyukan Allah SWT, namun para pengikutnyalah (dengan pengaruh dan godaan syaitan) yang menyelewengkan ajaran-ajaran itu.
    Misalnya, mungkin saja, wallahu alam, Shinto, Kong Hu Chu dan Konfusius itu utusan Allah SWT yang mengajarkan bahwa Allah SWT itu Maha Kuat, Maha Pengasih, Maha Kaya, Maha Adil seperti dalam asmaul husna. Tapi para pengikutnya (yang dipengaruhi syaitan) kemudian menyelewengkannya menjadi dewa kekayaan, dewi yang pengasih, dewa kekuatan, dewa keadilan dll. Jadilah suatu agama yang polytheisme.
    Nah, Muhammad SAW diutus juga mengajarkan asmaul husna itu namun dengan pondasi tauhid yang lebih kuat (Keesaan Allah SW di atas segala-galanya) sehingga umat Islam saat ini tidak salah jalan dengan menduakan Allah SWT.
    catatan: Syaitan yang menggoda itu ada yang berwujud manusia (menyesatkan manusia untuk keuntungannya sendiri) dan berwujud jin (menyesatkan manusia untuk menjadi temannya di neraka kelak).

  33. Hanya untuk info aja buat sdra2 yg Muslim. Ummat Buddha tidak menganggap Buddha itu sebagai Tuhan atau sama Dengan Tuhan.
    Buddha dikatakan dalam ajaran Buddha adalah segala Maha.. tetapi TIDAK Maha Pencipta, karena memang Sang Buddha tidak mengajarkan yang namaNya Teori penciptaan yang ada adalah teori Migrasi (Perpindahan). Agama samawi mengenal teori Awal dan Akhir (Alfa & Omega), Sedangkan Guru Buddha mengajarkan Tidak Ada Awal dan Tidak Ada akhir (Alam semesta ini selalu berubah/perubahan).

    Yang sy tahu nabi itu memang benar bnyk dalam agama samawi tapi rasul hanya 25, bukan??Jika dituliskan atau disebutkan dalam Al-Quran mungkin terlalu banyak. Jadi nabi2 yg tidak disebutkan atau diTulis dalam Kitab Anda adalah tidak menutup kemungkinan benar bahwa orang2 suci seperti Buddha, zoroaster, Lao cu(Tao= Allah) atau pun Kong Hu Cu(Thien=Allah) juga bisa disebut sebagai nabi yg tidak dituliskan atau disebutkan dalam kitab suci anda.
    memang perlu dibuktikan kebenarannya walau itu sulit. Tetapi jika dilihat dari segi yang diajarkan oleh orang2 suci tersebut adalah membimbing manusia ke jalan kebenaran.

    Sorry klo ada kata yg salah.

  34. aduuh itu literatur mana yang mengisahkan nabi seorang sidarta gautama,itu salah alamat……….saya kira harus di murnikan ceritanya biar tidak bias.

  35. Saya meyakini bahwa rasul ada 25,itu yg saya kenal dalam kitab alquran,dan ada 124rb nabi yg tidak dijelaskan dlm alquran.kalau saya pelajari kata rasul adalah utusan,yaitu seseorang yg menerima wahyu dari allah swt untuk dirinya dan wajib disebarkan kpd umat manusia.
    Sedangkan nabi yaitu seseorang yg menerima wahyu hanya untuk dirinya sendiri,

  36. Tuhan telah mengutus beberapa orang nabi dan rasul sebelum nabi Muhammad yang ke semuanya menyerukan bahwa Allah (Tuhan) itu Maha Esa. Ajaran tauhid (mengesakan Allah) ini adalah konsep dasar ajaran para nabi terdahulu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa tiap-tiap umat ada mempunyai rasul (nabi yang diutus). Berkemungkinan Sri Krisna dan Sidharta Gautama (Budha) adalah salah seorang nabi dan rasul yang pernah diutus Allah kepada umatnya masing-masing di India. Begitu juga dengan Kong Hu Cu dan Lao Tse berkemungkinan pula mereka adalah salah seorang nabi atau rasul yang diutus Allah ke bangsa Tiongkok / Cina pada zaman dahulu. Sebagaimana kita ketahui ajaran Hindu dan Kong Hu Cu pada mulanya adalah mengesakan Tuhan dan Sidharta Gautama juga hanya mengakui Tuhan itu esa dan melarang pengikutnya menyembah berhala.
    Tapi kenapa ajaran keesaan Allah itu kabur pada kitab suci agama Budha dan berbeda dengan ajaran nabi Muhammad? Salah satu penyebab adalah kitab suci agama Budha baru ditulis orang 200 tahun lebih setelah Sidharta Gautama meninggal dunia. Ajaran Budha yang asli tidak diketahui orang sampai sekarang karena Sidharta Gautama sendiri tidak pernah menyuruh tulis atau bukukan ajarannya pada muridnya secara langsung. Berbeda dengan wahyu yang diterima nabi Muhammad setiap wahyu yang diterimanya langsung beliau suruh sahabatnya untuk menghafalkan wahyu tersebut dan ditulis oleh para sahabat nabi.
    Kitab-kitab suci selain kitab Al-Qur’an sudah tercemar dengan tulisan tangan manusia yang merubah isi kitab dan menyatakan bahwa ini dari Tuhan sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an pada Surat Al-Baqorah ayat 78-79 sbb. :
    “Dan setengah dari mereka adalah yang tidak kenal tulisan, tidak mereka ketahui akan al-Kitab, kecuali dongeng-dongeng, dan tidak ada mereka selain bersangka-­sangka.” (QS Al-Baqarah : 78)
    ” Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka, kemudian berkata: Alkitab ini adalah dari Allah, untuk dijual dengan murah. Maka celakalah bagi mereka disebabkan tulisan tangan mereka, karena perbuatan mereka.” (QS Al-Baqarah : 79)
    Contoh kalau seandainya ada ajaran Budha yang asli maka Sidharta Gautama sendiri akan menyuruh umatnya untuk beriman kepada Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir karena ajaran nabi terdahulu khusus untuk bangsanya saja bukan untuk seluruh umat manusia di dunia dan terbatas waktunya hanya sampai kedatangan nabi Muhammad yang diutus Allah sebagai rahmat bagi semua alam.
    Kalau manusia tidak beriman kepada Nabi Muhammad apa risikonya?
    Nabi Muhammad bersabda :
    “Siapa saja di antara manusia yang telah mendengar seruan aku ini (maksudnya telah sampai berita agama Islam) sementara dia tidak beriman kepadaku (tidak mau masuk Islam) maka orang tersebut pasti masuk api neraka.”
    Jadi semua manusia yang telah mengetahui adanya agama Islam sedangkan dia cuek-cuek saja tidak mau mempelajari dan mengetahui kebenaran Islam yang terdapat pada kitab suci Al-Qur’an serta tidak mau masuk Islam maka manusia tersebut pasti masuk api neraka di akhirat kelak.
    Kalau sudah di akhirat kita tidak bisa lagi ke dunia ini untuk bertobat. Nasi sudah jadi bubur. Sebelum nasi belum menjadi bubur seyogyanya kita beriman kepada nabi terakhir ini. Al-Qur’an juga mengatakan bahwa banyak orang yang masuk neraka yang minta dikembalikan ke dunia karena tidak tahan azab api neraka dengan maksud untuk beriman dan bertobat kepada Allah namun Allah jelas tidak mengabulkan permohonan mereka karena dunia sudah kiamat dan alam akhirat sudah terbentang sehingga mereka menyesal tidak beriman kepada Allah ketika hidup di dunia ini.
    Tuhan yang menciptakan kita pasti sama, Tuhan orang Arab, India, Cina, Eropah dan lainnya pasti sama. Kenapa kita tidak mau mempelajari Al-Qur’an yang merupakan mukjizat atau bukti kerasulan Nabi Muhammad, SAW?

  37. Gituuuuu ajaaa kokkkk repottttt,,,,benarrrr salahhh tidakkk jelasss,,,yang jelassss mari perbaiki diriii untuk menjadi manusia yang bergunaa,,,,pasti akan hidup bahagiaaaaa,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: